Tarawih terakhir, kiranya. Besok sudah malem lebaran bagi penganut rukyat. Ada kutu yang menusuk-nusuk hati, sedikit perih. Ini kali pertama lebaran tanpa Ibu, sang perekat. Rasanya seperti "sapu ilang suh" tercerai berai. Si dhenok sudah pulkam berangkat kemarin, tadi jam 19.00 sudah sampai di tujuan, sowan mertua. Adik, barusan menjemput anak-anaknya pulang, Bungsu masih di Manila. Lengkaplah sudah.
We have to get use to it, gak ada pilihan, memang harus di terima, kembali modal. Dulu berdua setelah bertahun-tahun pahit manis membesarkan anak-anak, tiba waktunya kembali berdua lagi. Tidak ada penyesalan, yang ada mensyukuri tuntas tugas sebagai busur yang telah melontarkan 3 anak panah ke angkasa luas dalam asuhan Sang Kehidupan. Terbanglah dan kepak sayapmu setinggi yang kau mau, doa kami mengalun, rapal mantra mengiring setiap tapak jejakmu, memohon bimbingan Illahi tetap atas kalian semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar