Kamis, 10 November 2011

Terimakasih mas Edy

Wah baru saja mas Edy datang membawa oleh-oleh yang sangat berciri " kampung halaman "  glepung gaplek, pete dan gedang kluthuk awu.
Kebetulan sekali karena aku libur 2 hari, jadi pete tidak akan jadi masalah. Sedang glepung gaplek tentu untuk deposit kapan2 bisa di gunakan.
Matur nuwun mas Edy, dan selamat mantu...

Pete yang terkenal di kampungku berasal dari lor, maksudnya daerah utara yakni daerah Bulukerto atau ngulon sethitik, daerah Slogohima. Petenya gemuk dan bebas ulat. Konon kalau pete dari daerah kidul, petenya tipis, kulit tebal dan banyak ulatnya. Sebabnya apa, mari kita tanyakan ke rumput yang sekarang makin langka di Kismantoro.
Anak-anakku tidak ada satupun yang suka pete, they don't relaized what they have missed.

Salam,.
Yuk kita coba untuk berguna bagi sesama.

Rabu, 09 November 2011

Mas Slamet, sang handyman

Hari ini sengaja ambil libur, kebetulan mas Slamet akan memperbaiki beberapa hal dirumah.
1. memperbaiki nat di kamar mandi
2. listrik di dapur korslet melulu
3. penghisap uap masakan yang dut
4. mesin air di kolam belakang
5. antena tivi, channel indosiar selalu gerimis aje.
6. mencari dan menutup lubang tikus entah dimana, pokoke ada tikus yang bisa masuk ke ruang tamu, ihh serem
7.bak cuci piring mampet

Mas Slamet ini adalah mr handyman sungguhan, lelaki sederhana berasal dari daerah Slogohimo, Wonogiri sebelah wetan. Dia belajar segala macam kepandaian dari otodidak, dulu dia menjadi kenek di bangunan, sambil bekerja sambil belajar cara membangun rumah, makanya dia tidak peduli digaji berapa. Yang paling susah dia pelajari adalah ilmu perlistrikan, karena kebetulan mandornya pada saat itu  pelit ilmu, bahkan terkesan menyembunyikan ilmunya. Sampai pada suatu ketika, dengan sembunyi-sembunyi dia kembali ke tempat bangunan diwaktu malam untuk sekedar melihat bagaimana mandor listriknya menyambung kabel2. Cara belajar yang sungguh tidak mudah.
Aku termasuk orang yang tidak betah kalau ada hal yang tidak beres dirumah, makanya keberadaan mas Slamet sangat membantu sekali. He is our man......
 
Salam,

Hidup cuma sekali, harus bermanfaat bagi orang lain.

Cerita yang tertinggal

Tanggal 1 bulan 11 tahun 11 menjadi hari yang sangat istimewa.  Tepat jam 21.45 Bening menongolkan kepala mungilnya di RS Mitra Keluarga - Depok. Bening adalah cucu ke 6, ( yang satu dah di ambil Yang Punya saat lahir ), artinya ini adalah cucu ke 5 yang hidup. Selamat datang di dunia yang penuh warna ini sayang, Niek yakinkan bahwa semua akan baik-baik saja, Insya Allah.
Tanggal 6 bulan 11 tahun 11, hari raya haji, biasa dikampungku disebut bodo besar. Kami mencoba sholat Ied di lapangan depan kecamatan, sambil berdoa mudah-mudahan tidak hujan. Nggiring cucu 4 sholat Ied, apa yang lebih membahagiakan dari hal seperti ini?.
Pulang Sholat Germi siap masak endas wedus 2 kepala, karena keluargaku itu entah bagaimana suka makan endas wedus di jangan pedes. Mas Pur paling demen. Germi melengkapi dengan sego thiwul ireng dan gudangan ( urap ). Pokoke gandem marem.
Dulu saat kami masih kecil Ibu sering memasak ndas wedus 1 buah, dicampur sama tempe banyak2, maksudnya biar cukup untuk keluarga kami yg sangat besar waktu itu. Enake poll.
Jam 3 masakan ludes, aku bernafas lega, sebagian dibawa Mas Pur, sebagian lagi dibawa Adik. Amanlah...
Pak Rapin datang jam 4 membawa 2 lagi  ndas wedus hasil potong kurban di citayem, untungnya dah bersih dan siap masak, jadi gak repot lagi membersihkan. Masak ronde ke 2 di mulai lagi, ini untuk jatah si Mbak, anak2 dikantorku dan anak2 di warung. 
Eh, ternyata habis maghrib, M1 ( mantu no 1) datang membawa 1 ndas lagi, masih fresh belum dibersihkan, alamaakkk, panen kepala mbek jadinya. Untung Germi lihay dalam membersihkan, di presto masukin freezer beres deh, entah kapan mau dimasak.
Ke 4 cucu pada main semain-mainnya, terjadi bencana kecil karena mas L dan dik Ken boncengan sepeda, nyungsep di jalan raya, babak bundas deh, alhamdulilah hanya luka luar saja. Terima kasih ya Allah, atas kehendakmu mereka selamat, tidak ada mobil yang lewat. Terima kasih kepada mas ojek yang menemukan dan membawa mereka pulang.
Tak apa-apalah, nanti bisa menjadi kenangan ketika mereka besar.

SELAMAT HARI PAHLAWAN, INDONESIA,
Selamat ulang tahun untuk si Ragil, semoga hidupmu penuh berkah.
salam manis,









Kamis, 15 September 2011

Kembang kahyangan

Saat aku jadi TKI di Dhaka, setiap malam menjelang selalu bau harum menyeruak ke setiap sudut ruangan. Kantor merangkap rumah berada di daerah Baridara, komplek kedutaan, cukup aman karena dijaga oleh tentara di setiap sudutnya. Lantai dasar untuk kantor sedangkan lantai atas untuk tempat tinggalku, terdiri dari 3 km tidur, living room, dapur dan meja makan. Cukup menyenangkan.
Dari mana kiranya bau harum yang kadang membuat bulu kuduk merinding ini ya. Selidik punya selidik, ternyata berasal dari pohon yang berbunga lebat tumbuh di depan kantor, tidak begitu kelihatan karena bunga dan daun-daunya berada diatas atap teras bawah. Kata security pohon itu sudah tumbuh lama sekali, mungkin puluhan tahun. Menurut bahasa mereka namanya pohon hastahena, bunganya kecil-kecil berwarna putih kekuningan. Hanya malam hari aromanya menyebar. Aku terpesona dengan aromanya yang menurutku agak mistis gimanaa gitu. Aku coba stek beberapa batang, eh kok ada satu yang tumbuh dengan baik. Waktu off pulang aku sembunyikan di amplop coklat hand carry ke Jakarta, slamet tidak ketahuan di detektor bandara. 
Sekarang kembang ini tumbuh subur didepan rumahku, wangi mistisnya menyeruak kemana-mana, saat aku menulis inipun sambil menghirup wangi bunga hastahena, mengingatkanku akan sedapnya tandoori.

Salam,

Nyanyian cinta Mbah Jambrong

Painah resah gelisah. Anak semata wayang, si Sekar sedang sakit. Umur 3 tahun, belum mampu mendeskripsikan sakit yang dideritanya. Kalau malam panas tinggi, tapi kalau pagi keringat keluar badan jadi enak dan bisa main lagi. Painah tidak habis pikir, sakit si Sekar ora sakbaene, tidak wajar. Dia bingung, Saiman belum waktunya pulang dari Jakarta, uang terakhir sudah habis untuk beli sego pecel yang di minta Sekar kemarin.  
“ gawanen nyang nggone mbah Jambrong wae Nah, ben di suwuk”  saran yu Parni, tetangga
“ aku ra nduwe duit ki yu, piye mbayare?”
“ aku yo ra nde cekelan Nah, ngene wae kondo trus terang karo mbah Jambrong, dibayar sasi ngarep nek Saiman mulih”
Painah berjalan gontai sambil menggendong anaknya ke sebelah bukit menemui mbah Jambrong, dukun popular yang “istimewa”, cacat dari lahir, tidak punya lengan dan kaki, konon mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Sesungguhnya Painah masih sangat muda, belum genap 19 tahun. Kulitnya hitam tidak terlalu manis, namun mempunyai senyum yang menawan. Tetapi karena kesulitan hidup, nampak seperti telah berusia 30 tahunan.
Kebetulan tempat praktek mbah Jambrong sepi hanya ada beberapa pasien yang tersisa. Tidak lama Painah pun mendapat giliran masuk kamar praktek. Mbah Jambrong pun segera beraksi dengan jampi-jampi andalan. Mulut komat-kamit, dan menyemburkan kemenyan ke kanan dan kekiri. Ndilalah kerso Allah, kok si Sekar yang dari semalam merengek, jatuh tertidur dengan pulasnya. Painah gembira bukan kepalang.
“matur nuwun lho mbah, niku si Sekar kok terus pules”
“buntelan iki mengko di seleh ngisor bantal yo, ojo lali”
“nggih mbah, ning anu, nggih sepurane nggih mbah,anu kulo niku anu dereng gadah arto, lha kang
Saiman wangsule  wulan ngajeng niku, nggih anu, nyuwun kawelasan, mangke kulo mbayare ngentosi kang Saiman wangsul, anu nggih ngapuntene nggih mbah”
“yo ora iso ngono to nduk, yo kudu di bayar saiki”
“kulo purun disumpah, boten gadah arto saestu, nggih anu, pripun lha kulo nggih bingung, anu”
“mbayar rak yo ora kudu nganggo duit to nduk, yo opo sak anane yo keno”
“ saestu, disumpah pocong kulo nggih purun, boten gadah nopo-nopo”
“kowe rak yo nduwe liyane to, lha iku …. yo keno nggo mbayar”
Painah semlengeren, tidak menyangka  mbah Jambrong minta imbalan seperti itu. Apa hendak dikata, Painah sudah judeg, tidak punya pilihan.
 Sekar tidak kunjung sembuh, artinya mbah Jambrong punya keasyikan baru, sampai Painah merasa tertekan dan bosan. Kemudian dia bercerita kepada tetangganya, yang lantas lapor ke RT setempat yang segera menggelar sidang desa dengan terdakwa mbah Jambrong.
“nopo leres mbah Jambrong ngrisak pager ayu, kanthi mekso Painah supados ngladosi sampeyan, jawab ingkang jujur” suara pak RT yang mantan tentara menggelegar.
“pak RT, kulo niku pancen nggih remen ngoten niku, wong kulo niku nggih tijang jaler lumrah. Nek bab kulo meksa Painah niku kulo boten ngakoni. Lha pripun leh kulo mekso, tangan ? kulo mboten gadah, sikil nggih buk. Nek mboten di thukne, di nyunyukne, kulo niku nopo nggih saged?”
Waduh.. para staff desa dan hadirin tertawa kepingkel-pingkel, sampai akhirnya persidangan dibubarkan tanpa ada keputusan. Painah hanya bisa menunduk, meski dalam hati mengutuk.
Kisah berakhir dengan Painah membawa Sekar menyusul suaminya ke Jakarta, Sekar dibawa ke Puskesmas di Bekasi ternyata kena tipes. Sekarang sudah sehat walafiat, selanjutnya Painah berniat akan terus mendampingi suaminya di Jakarta, untuk melupakan luka yang ditorehkan mbah Jambrong.
Kisah ini nyata, nama disamarkan.

Salam,

Senin, 12 September 2011

Pagi ini sangat cerah

Bagaimana tidak?. Kemarin pagi aku masih berkutat dengan urusan domestik " tidak berharga" yang menyita seluruh waktu dan perhatian sebelum ngantor. 
Pagi ini dunia nampak berbeda, udara pagi lebih harum, langitpun tampak lebih biru. Apa pasal?, aspri  sudah kembali menunaikan tugas sehari-hari, tugas yang kelihatanya tidak berharga namun amat sangat penting.  Pagi ini mereka sudah berceloteh sambil membuatkan sarapan, sebentar siang mereka akan di antar ke tujuan masing2. Satu orang ke Cikarang, pesanan anak mbarep, satu lagi di drop di " Warung Laguna" calon waiter.
Selamat datang kembali para perekat kebahagiaan keluarga saya, sudah 3 minggu kami menjalani hari2 tanpamu, waktu habis tersita, tidak ada sisa kekuatan untuk sekedar ngobrol dengan belahan jiwa. Terimakasih setulusnya.

Salam bahagia,

Berarti dulu buat sesama, baru boleh pergi.

Rabu, 07 September 2011

Tarawih terakhir, kiranya. Besok sudah malem lebaran bagi penganut rukyat. Ada kutu yang menusuk-nusuk hati, sedikit perih. Ini kali pertama lebaran tanpa Ibu, sang perekat. Rasanya seperti "sapu ilang suh" tercerai berai. Si dhenok sudah pulkam berangkat kemarin, tadi jam 19.00 sudah sampai di tujuan, sowan mertua. Adik, barusan menjemput anak-anaknya pulang, Bungsu masih di Manila. Lengkaplah sudah.
We have to get use to it, gak ada pilihan, memang harus di terima, kembali modal. Dulu berdua setelah bertahun-tahun pahit manis membesarkan anak-anak, tiba waktunya kembali berdua lagi. Tidak ada penyesalan, yang ada mensyukuri  tuntas tugas sebagai busur yang telah melontarkan 3 anak panah ke angkasa luas dalam asuhan Sang Kehidupan. Terbanglah dan kepak sayapmu setinggi yang kau mau, doa kami mengalun, rapal mantra mengiring setiap tapak jejakmu, memohon bimbingan Illahi tetap atas kalian semua. 

Jumat, 26 Agustus 2011

Bang Jolli sehat walafiat

Tanggal 21 Agustus, mumpung libur, aku dan Pakne Dhenok menengok tetangga yang sakit, katanya sih di Sentra Medika, ternyata saat kami sudah sampai di sana, si sakit sudah di bawa pulang ke Villa Pertiwi. Kami teruskan ke sana sekalian nengok rumah.
Si sakit biasanya dipanggil budhe, belum begitu tua menjelang enampuluhan lah, tidak berkeluarga, hidup totally sendirian di rumah yang mernagkap toko.Ceritanya nih, saat libur 17 an, kok rumahnya tutupan sampai siang, padahal biasanya dia rajin pagi sudah buka toko. Ketika smapia tengah hari tetap belum buka di tilpun tak di angkat, jadi salah satu tetangga berinisiatif menyuruh tukang ojek untuk membobol atap dan membuka pintu dari dalam. Ternyata budhe itu sudah dalam kondisi koma. 
Saat kami kerumahnya, kondisi budhe masih seperti itu, koma dan mengorok keras, mungkin karena slim di tenggorokanya. Ada beberapa tetangga yang menengok juga, kebetulan posisi duduk saya menghadap kejalan. Nah saat itulah ada motor yang lewat dengan peumpang yang sangat kami kenal, Bang Jolli. Tapi masa iya sih, adiknya mungkin. Eh  motor tadi itu balik dan langsung masuk ruangan dan menyalami kami : " Eee ada orang jauh, apa kabarnya ?"  gelak tawa riang, gigi ompongnya terpampang sempurna.
Bapaknya Dhenok kamitenggengen sampai nggak menjawab pertanyaan, aku juga terpana. Lah kan Bang Jolli sudah meninggal 6 bulan lalu? Berita itu aku dapat dari  Ibunya Ida, yang tetanggaan sama dia.  Lah kok dia segar bugar. Alhamdulillah sih, cuma kagetnya itu lho.
Oh iya bang Jolli ini adalah mister handyman, bikin sumur panggil dia,  pompa air macet panggil dia,  genting bocor dialah orangnya, perlu mobil jenasah pun dia yang dicari.

Salam,
Jadikan diri sendiri berguna.

Jakarta, aku cinta kepadamu, hari ini.

Dari rumahku di Cibubur sampai ke kantor di Ampera hanya perlu 30 menit, opo ora huebat. Sudah sebulan ini aku pulang kantor mesti perfikir keras mau lewat mana, karena Jl Auri sedang di beton, macet antriannya nya sampai di depan toko madu Pramuka, panjang banget kan?. Lewat Jl Raya Bogor, ada galian besar di Pasar Rebo dekat perempatan Cijantung, pernah macet di situ sampai 2 jam. Lewat di LA, memang tidak ada galian, ning macetnya juga mayan.  
Hari ini terbayar lunas, mobil melajau tak da hambatan, bablas... blas... Rasanya seperti mimpi
Tahun ini tahun kedua aku berlebaran di Cibubur, tahun lalu tidak pulkam karena Ibu gerah di sini, sampai beliau sedo sebulan setelah lebaran. Tahun ini aku gak pulkam karena sudah gak merasa punya kampung. Selama ini daya tarik utama adalah keberadaan ibu, jadi ketika ibu tiada, ibarat lost my appetite, gak ada perlunya lagi untuk lebaran pulkam. Lagipula, sampai saat ini aku masih belum bisa menata hati melihat rumah besar yang kosong melompong,
So, aku akan menikmati Jakarta saja di hari-hari ini..................

Salam lebaran,

Sabtu, 20 Agustus 2011

Yuk bikin kacang bawang


Kenangan di kampungku saat aku kecil kala lebaran, penganan pastinya beda dengan sekarang, yang apapun bisa di beli di toko. Dulu semua hand made, khas masakan desa.
Sejak seminggu sebelum lebaran ibu sudah sibuk persiapan  sana sini. Ngumbah kloso ke kali, ini ritual yang tak boleh ketinggalan, karena pada meja kursi masih terbatas jumlahnya. Hanya tetamu dengan strata tertentu yang lenggah di kursi penjalin. Abdi Negara selalu dianggap ber strata tinggi, setingkat lebih rendah adalah pedagang, baru kemudian disusul para petani. Pembagian kasta peninggalan hindu kurasa.
Kemudian ibu akan mengeluarkan simpanan padi terbaik, pari wulu, dari lumbung untuk di tutu, di sosoh, agar menjadi beras putih yang harum.
Ibu akan sibuk membuat jadah dan jenang, begitupula krecek ( rengginang) dan tape ketan hitam yang manisnya nyus.Kemudian ibu juga membuat penganan yang " modern" yaitu lapis beras, kacang bawabg  dan kolong. Kolong adalah penganan terbuat dari tepung ketan, di uleni dan di bentuk seperti donat, digoreng. 
Aku paling suka lapis beras yang berwarna merah putih, berlapis-lapis indah di mata dan enak dinikmati dengan di tarik selapis demi selapis.  
Semua penganan diatas sudah tidak ada lagi, terlalu "kuno" , anak2 sekarang sudah tidak lagi menyukai jadah atau jenang, lebih suka cheese stick atau potato chip.
Ibu juga akan mempersiapkan ritual menjelang lebaran yang disebut megeng ( e dibaca tumpul), semacam selamatan melepas para arwah leluhur yang di yakini ketika puasa pada libur dan menengok anak cucu. Ini bisa dilihat dari perangkat selamatan yang terdiri dari apem, srundeng, ayam ingkung, pisang raja. Masakan tersebut adalah piranti untuk selamatan arwah. Begitupun sesajen disiapkan di meja kecil di senthong tengah. Wedang kopi segelas, wedang teh tubruk segelas, apem sepiring, sega sak lawuhe sepiring, kembang setaman segelas, gedhang rojo temen setangkep, rokok cap dongkrak dan candu

Hari ini aku rindu ibuku, aku coba membuat kacang bawang, tentu saja sudah aku modif  agar lebih mudah.

Bahan :
  • 500 gram kacang tanah kupas. Pilihlah kacang lokal, butiranya lebih kecil, rasanya lebih manis. Hati-hati kadang-kadang kacang kupas sudah buduk, disimpan terlalu lama jadi rasanya sudah kurang enak. Kacang buduk ini bisa ditandai dengan menciumnya, kalau terasa segar tandanya kacang masih baru. 
  • Bawang putih 5 siung besar
  • Masako rasa ayam blog
  • Mentega
  • Minyak untuk menggoreng.
Caranya :
  • Kacang kupas di rendam dalam air panas sekitar 30 menit
  • Kacang di tiriskan, kemudian taruh diwadah.
  • Bawang putih di iris halus, masako 1 blog, garam 1/2 sendok teh, di campur dengan kacang, biarkan 1 jam
  • Panaskan minyak goreng, tambah 1 sendok makan mentega, kacang dimasukan.
  • Goreng sampai kekuningan, jangan sampai gosong, kalau gosong kacang jadi terasa pahit.
  • Siapkan kertas koran, keringkan kacang goreng diatasnya.
  • Bila sudah dingin simpan di toples
  • Ingat, setiap akan memasukan kacang ke wajan, tambah 1 sendok mentega.
Salam,
Yuk kita buat diri kita berarti



Rabu, 17 Agustus 2011

Kue bawang

Libur pitulasan jatuh pada hari Rabu, asyik. Hari ini aku pengin buat kue bawang, cobain aja siapa tahu jadi tur enak. Aku tidak punya capability cukup dalam bidang masak memasak, tetapi punya kemampuan tinggi dalam cela mencela, and I am not proud of it.
Ok, mari kita mulai mencari bahan2 nya di lemari.

Bahan :
  • Tepung trigu 250 gram saja
  • Tepung kanji 50 gram
  • Soda kue seprapat sendok teh
  • Minyak goreng 50 mili
  • Air 25 mili saja
  • 1 butir telur
  • Keju cheddar 100 gram, diparut
Bumbu :
  • Bawang putih, aku taruh 3 siung besar, diparut
  • Merica setengah sendok teh
  • Garam 1/5 sendok teh
  • Royco 1/2 sendok teh
Caranya:
  • Terigu, tepung kanji, soda kue di campur dan diayak
  • Minyak goreng, air, telur diaduk rata
  • Tuang campuran minyak kedalam campuran tepung, masukan bumbu halus, keju parut dan aduk rata, diamkan 15 minuto.
  • Adonan di giling tipis , dipotong2 sak karepe, terus digoreng dalam minyak panas sampai kuning.
Berhasil.. berhasil..... saat aku menulis ini setoples kue bawang ngawe-awe di depanku..... sedangkan buka puasa masih satu jam lagi.

Salah seorang staff ku adalah anak Purworejo tetapi lahir dan besar di Mampang di lingkungan orang Betawi. Pada suatu saat dia membawa kue bawang yang di claim sebagai kuenya orang betawi. Teman-teman nya complain :
" Ini gimana kue bawang kok gak ada rasa bawangnya, namanya salah kale"
" Bener kok ini namanya kue bawang, tapi bawang merah.................."
Gubrakkkkk..

Salam,
Mari kita buat diri kita berarti, paling tidak buat keluarga sendiri.

Senin, 08 Agustus 2011

Untuk sehat ternyata mahal

Orang miskin dilarang sakit, jargon ini memang oke. Kerabat yang sakit di RSUD Tarakan, itu lho di daerah Kebon Jeruk, dirawat 2 minggu karena jantung ngadat, emang sih sempat masuk ruang perawatan khusus segala, tapi costnya buju buneng .. 18 jeti
Jadi jangan sakit dah, udah badan gak enak bayarnya lebih  gak enak juga.

Salam,

Sabtu, 06 Agustus 2011

Mendung bertambah tebal

Keluarga sakit tambah satu lagi di daftar, adiknya Pakne Dhenok terkapar di RS Tarakan sudah seminggu.Sakit jantung gak bisa di anggap remeh, obatnya mahal perawatan juga sangat tergantung dari awarness dari si sakit untuk menjaga diri sendiri.
Saweran yuk...

Salam,

Jumat, 05 Agustus 2011

Endhas wedhus meet sego thiwul

Menu berbuka hari ini bakal istimewa. Ndas wedus di masak gule meet sego thiwul dan lalap daun kates, nyam..nyam. Ndas wedus adalah pesanan Adik, anakku no 2 yang tiba-tiba saja kepingin gule ndas wedus. Tidak mudah lho mendapatkan materi ini, di pasar Cisalakpun tidak setiap hari ada. Untung Germi punya network lumayan, jadi dapat materi idaman ini yang di pesan sejak semalam.
Ibuku paling pinter masak ndas wedus ini. Saat kami kecil harus ada acara istimewa agar dapat menikmati hidangan ini. Pertama Ibu harus pergi ke pasar Puthuk sejauh sekitar 3 km, berjalan kaki untuk membeli ndas wedus berikut kikilnya. Kemudian ndas yang masih penuh bulu ini kudu di bakar dulu untuk menghilangkan kulitnya, saat2 seperti ini bau kulit dan wulu terbakar sungguh mempesona hidung kami, kadang2 kami lari kelapangan dekat rumah hanya untuk testing sejauh apa bau indah ini tersebar.
Kemudian tugas kami untuk ngerik sisa wulu yang tertinggal, pakai pisau kecil atau kadang pakai pecahan beling. Kami mengerik dengan penuh gustho, membayangkan gule yang akan kami nikmati nanti. Prosesw masih jauh dari selesai, Ibu akan menggodog ndas ini di kwali tanah sekitar 2 jam, tergantung besar kecil ndas tersebut. Sesudah empuk, ini tugas hanya Ibu yang mampu melaksanakan, yakni memotong motong memisahkan tulangnya, mengambil otaknya dan mengumpulkan dagingnya untuk kemudian di masak gule pedes yang nyamleng. Start pagi umun-umun gule penuh pesona ini kami nikmati ketika makan siang.  
Ibu I missed you much.
Salam,
harus berarti dulu baru boleh mati

Minggu, 31 Juli 2011

Selamat berpuasa

Hari pertama puasa, kerja seperti biasa, sibuk sepeerti biasa. Hari ini kepingin pulang on time, pengin buka bersama cucu2 dirumah. Apa sih yang lebih membahagiakan kecuali berbuka bersama cucu2 kesayangan, tarawih bersama, Insya Alloh.
Si Bungsu hari ini berangkat ke Manila di gondol suaminya yang pindah kerja di sana. Selamat jalan sayang, take care, baik-baiklah di negara orang. Doa kami besertamu.

Salam,

Sabtu, 30 Juli 2011

Mendung

Menerima berita dari sepupu di Madiun, berita keluarga memprihatinkan.
Keponakan dari sepupu, J, sakit parah terkena cancer, getah bening katanya.
Keponakan dari sepupu, remaja tanggung, terkena Hydrocepalus, kondisi parah. Padahal kakak nya juga ada indikasi cancer payudara.
Suami keponakan sepupu, kecelakaan nabrak pohon asem, kabarnya tangan nya patah.
Suami sepupu di Njeruk, meninggal dunia  mendadak, padahal  siangnya masih segar bugar.

Ya Alloh, Pemegang Segala Keputusan, hanya Engkau yang berhak memberi sakit dan memberikan sembuh. Ampunilah dosa2 saudaraku yang terkena musibah, karuniamu kami mohon untuk kesembuhan nya. Berikanlah kesabaran yang tak terbatas bagi keluarga yang merawatnya. Amin, ya Robbal Alamin. 

Salam sedih,

Jumat, 29 Juli 2011

Cepet sembuh sayang

Cucu ke 2 dan ke 4, B dan Ken sedang sakit sudah 3 hari tidak sekolah. Ya Alloh, mohon kesembuhan untuk mereka, Engkau yang memberikan penyakit, hanya kepadaMU kami memohon pertolongan. Amin.

Salam,

Nuning dan motor baru

Nuning adalah satu2nya gadis karyawan di warung Laguna, paling cantik dong, emang benar. Gadis berusia 19 tahun ini trampil dan terpercaya. Dia kasir merangkap mandor di warung ini.
Hari-hari kemarin dia uring-uringan, marah terus pembawaanya. Apa pasal?. Oalah rupanya sedang perang dingin dengan emaknya, karena Nuning ingin memecah tabungan untuk beli motor, emaknya tidak setuju kelihatanya uang mau dipakai untuk memperbaiki rumah. Emaknya bekerja di rumahku sebagai aspri, dah lama sih sekitar 4 tahunan lah. Senjata terakhir si anak : " Pokoke bodo aku ra mulih mak, nek ra entuk tuku motor"  Nah lho, si emak jadi blingsatan, setelah beberapa hari berfikir dan di provokasi oleh banyak pihak, akhirnya gencatan senjata, si emak mengalah, toh Nuning membeli pakai uang sendiri......
Aman....... konsentrasi si emak yang sempat terganggu kini kembali normal, masakan dah enak, dah mulai ketawa-ketiwi lagi......

Salam,

" tenan lho, ojo mati yen durung mbejaji lan murakabi" 

Nyenyes, bukan oblong kosong

Hari ke 3 - waktunya pulang.
Sudah diatur sejak kemarin, bahwa pagi ini jadwal dimulai jam06.00. Pertama mengambil kue 8 jam dan mastuba ke pasar Cindai, terus ke pasar ilir 26 mencari sarapan mie celor ( bukan telor lho ya, ini bukan salah tulis). Diwarung sederhana ini sudah banyak pembeli di pagi cerah. mie bulat, taoge, irisan udang, telor rebus di iris, berkuah santan ( atau susu ya ), rasa gurih, pedas, manis, pokoknya rasanya rame deh. Teman saya bilang : "Mie celor bikin neg, terlalu bersantan." buat saya  sih mie celor sejuta rasanya....... Sesungguhnya celor artinya apa ya?. Ternyata celor artinya celup sebentar. ealah......

Siapa bilang cuma Jogja yang punya Dagadu si pabrik kata2?  Ada nyenyes yang bukan oblong kosong. Sebelum pulang menyempatkan mampir di konter Nyenyes, cari oblong buat para cucu. Kwalitas lumayan, kata2 jenaka bertebaran di kaos pajang, harga 75,000 kayanya pantas lah, sayang tidak menerima credit card atau ATM, repot juga untukku yang jarang punya uang banyak  di dompet.

Seperti wajib, dari Palembang kudu bawa oleh-oleh mpek empek, mampir sebentar di gerai crupal, dan siap ke bandara. Tahu tidak, bagi orang Palembang, sarapan pagi sepiring mpek empek adalah hal biasa, cuka asam sama sekali bukan persoalan bagi mereka. Makanan ini sudah "terlanjur" menjadi trade mark pemutar roda ekonomi yang menakjubkan.

Sudah diduga, kelebihan bagasi 30 kg, di konter Garuda hanya untuk chek in, membayar airport tax di konter lain, membayar kelebihan bagasi di konter lain lagi, duh.. repotnya karena harus menenteng 2 bungkusan panjang dan berat - si zaenal songket............
Selamat tinggal Palembang, terimakasih kepada kawan-kawan, Bobby, Pak Robby, kawan2 dari Pertamina Plaju Mas Ferry cs, Ibu Ros, Lis,  yang membuat perjalanan ini sungguh berkesan, terimakasih Lupi, sopir Palembang asli tapi palsu yang setia mengantar kemana-mana.

Salam,

"mari kita berarti dulu, baru mati"

Kamis, 28 Juli 2011

Mendulang emas di negeri Svarnadwipa

Masih hari ke 2-
Pusat songket Zainal ini juga punya autlet di Jakarta, sempat melihat proses pembuatan di bawah rumah panggung. Mungkin tempat ini dulunya rawa, masuk ruangan harus penuh hormat, menunduk dalam-dalam, karena kalau tidak kepala kepentok lantai rumah. Sekitar 50 wanita penenun dengan asyik tangan trampilnya menari-nari  menarik, melempar, mencungkil, menyambung, wuih... takjub. Selembar kain songket luar biasa indah motif baki perak , sama dengan  5 bulan tetesan keringat penenun. Pantas harganya juga pantastik....
Mudah-mudahan upah para penenun ini juga pantas-tik. Konon songket Zaenal mematok harga tinggi karena menang di desain dan mutu.
Tidak jauh dari tempat songket Zaenal, kami mampir lagi di songket Cek Ipah, juga bagus-bagus, tapi memang benar tidak semenarik Zaenal. Ngobrol sejenak dengan empunya ternyata Cek Ipah adalah Ibunya Zaenal, sudah meninggal sekarang di lanjutkan oleh anaknya yang masih kakak Zaenal. Rupanya sekeluarga berdarah songket, hebat..
Hari menjelang sore, petualangan berlanjut menuju benteng kuto besak, terletak pas di sebelah Jembatan Ampera. Kami turun sejenak, melihat resto perahu yang sedang tambat, dan beberapa pedagang yang bersiap-siap. Agak jauh ditengah ada beberapa perahu dengan generator kecil dan para penyelam keluar masuk perahu, lagi ngapain mereka itu ya?
" Kemarin Rusli dapat durian runtuh, hampir 1m ditangan"  celetuk pedagang teh botol yang melihat aku terpana dengan para penyelam itu.
" Dapat emas sebesar gini " sambil mengacungkan tinjunya.
Oh, jadi mereka itu menyelam berburu emas, katanya banyak emas kuno yang berada di dasar sungai, bisa benbentuk coin maupun benda-benda kuno. Mungkinkah kapal dagang tenggelam di jaman Sriwijaya, menganggkut emas dari negeri Svarnadwipa?.  

Salam,

"bener deh, jangan mati sebelum berarti"

Selasa, 26 Juli 2011

Kue 8 jam

Hari ke 2-
Sejak berangkat Pakne Dhenok dah pesen kue 8 jam, karena kebetulan baru dibahas di tivi. Supir yang  ngaku Palembang palsu tentu saja tidak bisa memberikan informasi, reseption di hotel juga tidak tahu, wong dia anak Jambi. Untung isteri mas Ferry tadi malam memberikan informasi, bahkan memberikan sedikit tip masalah kue ini.
Pagi-pagi dipasar Cindai, masuk kelorong pasar yang penuh dengan bakul mpek2 mentah , segala rupa jenis crupal, tekwan basah dan kering, serta kios kue - kue seakan tak habis-habisnya, penggemar crupal pasti akan tenggelam disini.
Inilah perkenalan pertama kue 8 jam, David, si penjual yang berkulit langsat, menceritakan proses pembuatan kue ini yang memang 8 jam lamanya, terdiri dari tepung, gula, dan banyak telor, diaduk tak boleh berhenti.  Kwalitas telor menentukan harga, telor bebeklah yang paling mahal. Rp250,000./ per pak seukuran 20 x 20 cm. Kue berwarna kecoklatan dengen tekstur lembut, rasanya ?. Entahlah,  karena aku tidak mencoba.
Aku pesan satu kue 8 jam dan kue mastuba untuk di bawa pulang besok. Kue mastuba juga kue kuno berbahan sama dengan kue 8 jam, bedanya di panggang selama 4 jam, berwarna lebih  menarik, kuning ke coklatan.  Untukmu pakne Dhenok kupersembahkan......

Menyelesaikan beberapa document sebelum petualangan di lanjutkan.

Ke Palembang masa nggak ke situs Sriwijaya?. Aneh rasanya. Nah, yang ini aku punya guide istimewa. Teman lama saya yang memang asli Palembang siap berangkat, selamat tinggal supir palembang asli tapi palsu. 
Diawali dengan makan siang  bersama Kak Ros dan Ibu Lis, di rumah makan patin terkenal " Ibu Oca"  semangkok patin rasa asam pedas, segar sumyah, nyus.. rasanya, ditutup dengan desert srikaya, manis gurih.
Restoran ini selalu penuh meskipun sudah di tambah beberapa ruangan, tak heran karena kemudian aku baru tahu bahwa restoran ini satu dari tujuan wisata kuliner di Palembang.   
Kak Ros dan Ibu Lis kembali kekantornya, aku mulai dengan tujuan ke situs Sriwijaya yang tersisa. Teman saya mengemudikan mobil dengan halus sambil memberikan keternagan temapt-tempat yang kami lewati.  Bahwa daerah yang kami lewati adalah bernama Paelmbang Ilir sedangkan daerah di seberang sungai Musi disebut Ulu, Bahwa masih banyak sekali rumah-rumah panggung yang di pertahankan sampai sekarang  Rumah-rumah Barri ( kuno) masih nampak di sana sini,
Situs Sriwijaya tak terlalu berkesan, untuk ku paling tidak, hanya ada bekas benteng dan aliran sungai buatan yang tak telalu terpelihara. Nampak ada restorasi pembangunan pintu gerbang yang belum sepenuhnya jadi.
Perjalanan lanjut menyususri tepian Musi, sampai ke perajin songket legendaris " Zainal ". runa gdepan penuh dengan oranmen dan fotho dengan para pejabat tinggi, Laura Bush, Ibu Megawati, Ibu Ani dan masih banyak lagi, termasuk piala dan penghargaan.

Salam,
" harus berarti dulu, baru bisa mati "

Jumat, 22 Juli 2011

Jembatan Ampera

Ada relasi di kantor mengatakan bahwa Palembang tidak banyak yang bisa di lihat dan di makan, selain  duku, durian dan pastinya empek-empek. Ah masa iya sih.
Hari ke 1 - tiba di hotel Sahid jam 10.30  lusuh dan sedikit lelah, karena berangkat dari rumah harus pagi sekali menghindari macet otw ke bandara Sukarta. Kepingin mandi dan ganti baju. Senyum manis mbak resepsion :" maaf bu, kamarnya belum siap, nanti baru jam 14.00 ibu baru bisa masuk, orangnya belum chek out" waduh ... kesan pertama sudah kurang menggoda nih.
Aku contact client untuk makan siang on their choice, eh mereka milihnya di Dapur Sunda, tadinya aku mengharap  makan di resto khas Palembang. Client is the raja, so be it.
Habis makan meneruskan perjalanan ke Plaju, ke kantor client. Jembatan Ampera kami lewati, kesan biasa saja.  Kembali hotel sudah jam 17.00, untung kamar sudah kosong.
Kamar mayan, tapi lho kok handuknya kumuh, lho kok kran bocor, lho kok gak ada tempat sampah, lho  gak ada air mineral compliment. kesan kedua masih tak ada goda.

Habis mahrib bersiap ketemu client lain di Arya Duta. sms :" kalau bisa tolong titip belikan mpek2 embol yang disamping hotel ibu, aku mau bawa pulang jkt nih ". Aku buka jendela hotel, dan nah tuh dia mpek2 embol, waduh tapi kok dah mau tutup, kelihatan enciknya dah nutup pager besi.. Aku call supir dibawah untuk lari ke warung dan minta di bungkuskan mpek seperti titipan. Selamat, masih ada sisa meski tinggal sak uprit.  
Dinner di Arya Duta selesai jam 09.00. sms : " Ibu kami tunggu di river side  resto, depan benteng kuto besak"
Supir ku ngaku orang asli Palembang, tapi kok nggak ngerti jalan, untuk ke Restoran Riverside, mutar 3 x baru ketemu. ampyunn.. 
Latar belakang Jembatan Ampera  berpendar oleh lampu indah, didepan benteng kuto besak riuh dengan banyak pengunjung bersantai ria, bercampur dengan penjual dan penjaja. Padahal bukan malam libur.
Bagaimanapun Jembatan Ampera lebih indah dilihat malam hari dibanding siang, itu kataku.
Hampir tengah malam baru kembali ke hotel, mission accomplish, kami tidak jadi ke Lahat besok, sudah bisa di settle disini. Good nite,  sleep well.

Salam,

Jumat, 15 Juli 2011

Membantu boss

Baru selesai membantu boss  menimbang mie mentah, mayan pegel di tangan. Boss ku dirumah tuh  handle sendiri rumah makan nya di daerah Jati Waringin. Meski hampir keseluruhan kegiatan di laksanakan di sana, kadang-kadang masih membawa PR kerumah. Aku berusaha tidak terlalu mencampuri usaha ini, kecuali masalah pajak dan audit. Kata orang kapiten harus cuma satu, kalau ada kapiten dua nanti kapalnya bisa oleng.
Tujuan membuka rumah makan itu dulunya sederhana. Pertama kami beli tempat di pinggir jalan Jatiwaringin, waktu itu masih agak murah, kami bikin 3 lantai. Lantai 1 untuk  rumah makan, lantai 2 untuk kantor anakku mbarep, lantai 3 untk mess karyawan. Kenapa memilih jualan makanan, lha wong rencananya nanti kalau sudah tua dan tidak ada penghasilan lagi bisa numpang makan di warung je .. hiks....hiks.. kuno sekali ya.  Anak2 suka mentertawakan ide brilian ini.

Salam,

Sabtu, 09 Juli 2011

Mang Saidin emang joss

Pertama kali di refleksi rasanya horor. Gimana nggak, lihat peralatan saja sudah senewen, kayu bergerigi dalam beberapa ukuran, ada yang seperti ulegan sambal, panjang seperti pensil berujung tumpul. Telapak kaki di pencet, ditusuk, di uleg , 3 hari baru hilang njaremnya. Cukup lama saya jothakan sama refleksi ini.


Sampai seorang teman menunjukan refleksi gaya baru di mall yang jauh dari kesan seram, reflektor rapi ( kok rata-rata dari daerah Sumatra ya ), musik lembut, harum. Mereka mengandalkan ujung jempol dan buku jari untuk memijat, bahkan kita boleh memilih tingkat keras pijitannya. Liyer-liyer..


Beberapa bulan yang lalu saat spa disebuah salon dekat rumah, bertemulah dengan Mang Saidin si juru refleksi holistik. Coba sekali, lho kok enak... pijitan cukup keras tetapi pas di tempat yang seharusnya, kelihatanya dia menguasai betul. Sejak saat itu si mamang sudah masuk agenda bulanan.


Pagi tadi, badan batuk-pilek ini aku serahkan ke tangan mang Saidin van Cilacap untuk di overhoul. Sejak pijitan pertama aku sudah setengah terlena.. nikmat....


Mang Saidin memang joss.

Salam,


"Harus berarti dulu, baru boleh mati"

Kamis, 07 Juli 2011

Dalang yang CEO

Bosku itu pinter ndalang, malah sudah menerbitkan buku mengenai pewayangan, bisa di sebut wayang politik lah, karena lakon wayang disesuikan dengan kondisi politik. Beliau punya acara tetap ndalang di TVRI . Jadi ya kumplit lah, CEO sebagai sambilan, utamanya ya ndalang itu tadi.

Menurut aku this is inspiring, maksudnya untuk beliau yang sudah cukup sibuk mengurus beberapa perusahaan namun masih meluangkan waktu untuk seni dan budaya yang sebenarnya kurang polpuler karena sudah mulai di tinggalkan oleh kawula muda.
Bravo boss, maju terus...

Salam,
"jangan mati sebelum berarti."

Musim liburan

Terang saja jalanan agak lengang karena anak sekolah memang sedang libur panjang hanya 40 menit dari rumah sudah sampai di kantor. Syiikk.. asyik..
Empat sekawan, cucu kesayangan, juga libur, beberapa hari di Cibubur kemudian pindah ke cikarang tempat kanjeng Budhe. Jadwal hari ini balik ke Cibubur.
Liburan ini ada yang spesial buat kanjeng Niek, karena cucu ke dua, B, namanya memang B, sudah mulai "agak" patuh sholat, walupun kalau subuh masih suka mlungker. Tinggal tunggu Mas L and Dik N yang masih agak malas.
Dik Ken, cucu ke 4 tahun ini masuk SD, wuahh bangganya bukan main, menghitung hari agar segera masuk sekolah dengan seragam keren putih merah.


Salam
"jangan mati sebelum berarti."

Kamis, 02 Juni 2011

Ragil boyong

June 1.2011 hari lahir pancasila, Ragil boyongan ke apartemen di Gandaria. Aku gak anter lha kebetulan di kantor juga lagi rush, meeting konsultan pajak mengenai hasil banding pajak 2006 however setgelah 2 tahun perjuangan berhasil dengan manis, m e n a n g...... horayyy... diteruskan masih tentang pajak, audit tahun 2009 yang sampai ke tahap pembahasan, jadi banyak yang kudu di persiapkan.
Hari ini ndilalah ya ke kampus membahas materi KUP dengan pak W, dosen favorit kami.
Mudah-mudah an di tempat yang baru membuat dirimu betah anakku. Cepatlah beri cucu kepada kami.
Ke empat cucu, L, B, N dan K hari ini juga tidak muncul. memang lagi musim ulangan sih, L & N sudah mulai sejak Senin lalu, B & K baru mulai Senin depan. B sudah ancang-ancang : "Niek, kalau B ada di 5 besar minta hadiahnya kaset GTA 6 buah"
What the heck is GTA ?????? ennggg .. ing..engggg.....kendala komunikasi Nenek vs cucu sudah dimulai.....

Sore cerah, teriakan anak-anak didepan rumah membuat sore lebih ceria.

Selasa, 17 Mei 2011

Dokar is the best.


Biasane, numpak dokar di Ponorogo, dulu waktu aku SR, kalau mau ke Sumoroto ya numpak dokar, kan kalau mbecak pilotnya bisa2 lempoh, gak kuat. Enak lho numpak dokar itu, sambil terkantuk-kantuk, suara cringg..cring...cring..ketepak..ketepok.. teratur sesuai dengan lari kuda. Ning, cilakanya kalau kudanya kentut atau buang hajat.. waduh baunya bisa melekat di baju.


Rumahku di Kismantoro, tlatah Jawa Tengah, tetapi aku sekolah di Ponorogo, tlatah Jawa Timur. How can be ??. Terimakasihku tak terhingga kepada ayahku yang punya kesadaran tinggi, pada jaman nya, untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Ayahku adalah seorang Ronggo, pangkat yang didapat karena mengabdi kepada Kraton Mangkunegaran, Solo, gak punya gaji. Selain itu beliau bekerja sebagai kepala desa, juga tanpa gaji, hanya diberikan tanah garapan untuk "upah" mengurus desa. Berusaha keras berdagang segala macam untuk mengirim anaknya sekolah. Pada saat itu didesaku, Gesing tidak ada sekolah SR, jadi aku sekolah didesa tetangga, Lemahbang, hanya sampai kelas 3, karena muridnya habis, tinggal 4 orang saja. Kemudian aku dipindah ke Kecamatan, yakni Kismantoro, hanya sampai naik klas 6, kemudian dipindah lagi ke Ponorogo ke SD Sakti sampai lulus, karena ayahku ingin aku meneruskan sekolah ke SMPN I yang ngetop. Saat itu hanya ada 2 SMP di Ponorogo, yakni SMPN I dan SMPN II.
Jarak dari rumah ke Ponorogo sekitar 25 km an lah, tetapi cukup perjuangan berat untuk sampai ke Ponorogo. Pertama jalan kaki dulu dari rumah ke perbatasan, Biting, untuk bisa mencari dokar. Ini sekitar 7 km, cukup payah untuk kaki kecilku 11 th. Kemudian dari Biting ini naik dokar langsung ke Ponorogo, seharian di atas dokar, terkantuk-kantuk, menahan bau kentut, pipis, e-ekk... lumayan berat to?.

Memang dokar bukan satu-satunya kendaraan pada waktu itu, ada bis Damri, yang seperti kaleng krupuk berjendela kecil disamping, dengan tulisan besar " dilarang mengeluarkan anggota badan". Bis ini on duty cuma sekali sehari, pagi, jadi kalau kami terlambat ya naik kreto kecono tadi. Jujur aku lebih suka naik dokar dari pada bis, yang bau bensin nya sudah kecium jarak 1 kilo. Aku satu-satunya di keluarga yang mabuk darat, dan parah. Baru naik undak-undakan bis saja aku sudah muntah.... dan ini terbawa sampai dewasa.

Jadi dokar is the best lah.


Setahun di SD Sakti, lulus dan bisa masuk SMP I , ayahku dan ibu bangga bukan alang kepalang. Ibuku selalu mengangankan aku sekolah pakai baju seragam putih, rambut di klabang 2 dan naik sepeda onthel, gowes.. gowes...


Salam manis,

endang



Senin, 16 Mei 2011

Gara gara kacang goreng

SMS bertubi dari Diah, anak ku mbarep, begini bunyinya : sakit gigi.. suakit banget.. kelihatanya berdarah..
" bawa kedokter biar dapat obat "
" iya nanti sore, kelihatanya tambalam coplok "
" kok bisa coplok kamu makan apa "
" biasa saja kok, ini kan masih tambalan sementara"
" musti ati-ati, makan apa sih"
" cuma kacang goreng"
Gedubrak, ya terang aja tambalan coplok to nduukk.

Malamnya SMS lagi

" udah beres, di tambal lagi"
" diapain aja sama dokternya?"
" ya di buka semua, terus ditambal lagi, pendarahan sih, terus dimarahi, sekarang dah gak sakit"
" kamu mau di kirimi kacang goreng ??"

Diah tertawa ngikikkkkk....

Salam manis,

Minggu, 15 Mei 2011

Vertigo ???

Hari Jum’at tgl 13 Mei 11, kegiatan dikantor lumayan padat,adalunch appointment sama client, dan beberapa rush matter yang menunggu diselesaikan. Sekitar jam 10.00 masih berbincang dengan Mike, sudah merasa gak enak, kepala rasanya ringan, jam 10.30 ketemu tamu, teman lama dari Houston, mulai gak enaknya makin banget, jam 11.00 perut mual rasa mau pingsan. Aku ambil dompet dan bergegas ke seberang, Kemang Medical Center. Menunggu dokter sebentar serasa selamanya, karena dunia berputar semakin cepat di sekitarku.

Vertigo, itulah diagnosis yang diberikan. Diberi penjelasan cukup mengenai apa dan bagaimana, kemudian diberikan tablet kecil ( menstan ) beberapa butir dan di anjurkan untuk minum neurobion yang mengandung vit B. Juga di anjurkan untuk selalu membawa tablet tersebut di dompet untuk jaga-jaga kalau hal itu terjadi lagi. Di anjurkan untuk blood test, untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah saya.
Kembali dari KMC terpaksa dijemput mobil karena tidak bisa jalan properly, khawatir pingsan di jalan, gak bisa juga keluar mobil karena world just spin around me faster and faster… akhirnya aku pulang dan ( maaf mas Edy), terpaksa throw up di mobil.
Vertigo itu sebenarnya apa sih ? kamu bisa baca di bawah ini yang aku ambil dari browsingan , mudah2 an kamu mendapat kan manfaatnya.

Vertigo Bukan Sakit Kepala Biasa

Penyakit yang lebih populer dengan sebutan "vestibulars disorders" ini adalah sebuah kondisi ketika penderita merasa dunianya berputar sehingga ia hilang keseimbangan bahkan saat mereka tidak sedang bergerak.

Vertigo adalah keadaan pusing yang dirasakan luar biasa. Seorang yang menderita vertigo perasaannya seolah-olah dunia sekeliling berputar (vertigo objektif) atau penderita sendiri merasa berputar dalam ruangan (vertigo subjektif).

Perasaan pusing ini selain disertai rasa berputar kadang-kadang disertai mual dan muntah. Bila gangguan ini berat, penderita bahkan tak mampu berdiri atau bahkan terjatuh. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan.

Keseimbangan tubuh dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi mengenai posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. Vertigo biasanya timbul akibat gangguan telinga tengah dan dalam atau gangguan penglihatan.

Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali ditemukan. Namun, pasokan oksigen ke otak yang kurang dapat pula menjadi penyebab. Beberapa jenis obat, seperti kina, streptomisin, dan salisilat, diketahui dapat menimbulkan radang kronis telinga dalam. Keadaan ini juga dapat menimbulkan vertigo.

Gangguan ini diatasi dengan menangani penyebabnya. Biasanya pemberian vitamin B12, B1, antihistamin, diuretika, dan pembatasan konsumsi garam dapat mengurangi keluhan.

Ada beberapa jenis vertigo berdasarkan penyebabnya. Vertigo epileptica yaitu pusing yang mengiringi atau terjadi sesudah serangan ayan, vertigo laryngea yaitu pusing karena serangan batuk, vertigo nocturna yaitu rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur, vertigo ocularis yaitu pusing karena penyakit mata khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata, vertigo rotatoria yaitu pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar.

Salam manis,

Hari ini

Ada nasi thiwul sisa kemarin, yah begitulah aspriku yang kreatif selalu punya cadangan gaplek di persediaan. Kemarin dia masak thiwul ireng, gurih kenyal, matched tempe bosok dijangan puedes, gudangan dong kates campur kenikir, tahu bacem, panggang iwak pitik.. wah nyepotke kucir……
Sisa nasi thiwul itulah yang pagi ini di goreng oleh Inah hanya di bumbui lombok jemprit, brambang dan bawang, wis gitu aja di uleg. Digoreng dengan minyak sedikit agar nasi ngintip di wajan. Sego goreng thiwul ngintip panas disiram jangan blendrang kemarin, wah membawa angan ke 50 an tahun yang lalu di desaku Nggesing, tlatah Kismantoro.

Hama tikus meraja lela, celeng turun gunung mengobrak abrik tanaman,hama wereng, hujan segan turun………
Setiap malam para petani ngropyok tikus di sawah, rumah, pekarangan, lumbung dimana-mana banyak sekali tikus. Bahkan di tumpukan bantal, disela kasur, di babrakan tempat menyimpan alat2 masak, dimana-mana pun bersembunyi tikus yang jumlahnya buanyak sekali. Yang dimakan juga apa saja, singkong berikut batangnya, padi dari akar sampai bulir, kelapa di pohon, buah apapun juga di sikat habis, bahkan sabun mandi colibrita berwarna hijau daun kesayangan, pasta gigi dapat oleh-oleh dari kotapun di mangsa juga. Bahkan, kaki manusia pun di krikiti tanpa ampun. Pagi-pagi mereka sudah menemukan darah berceceran di amben karena kaki di krikit tikus. Kamu jangan membayangkan seperti masa sekarang sanitasi sudah bagus tidur di kamar dengan springbed king coil, tidur pakai piyama dengan kaki bersih. Saat itu sanitasi jatuh di nomor 99. Gambaranya begini, rumah desa, dinding bambu, kerangka rumah bambu, atap genteng buatan sendiri, lantai tanah berdebu, harus sering disiram. Masak disitu, tidur disitu, kandang binatang piaraan, sapi, kambing juga disitu. Nah, logis kan kalau kaki mereka di krikit tikus karena baunya yang tidak sedap. Meski setiap malam berkarung mereka basmi tetap saja tikus tak berkurang jumlahnya. Menurut para tetua, Nyai Roro Kidul sedang murka mengirim bala tentara wabah ( tikus )
Kami makan sangat seadanya, polowijo menjadi andalan, ketika polowijo di pekarangan abis, mulai menjarah isi hutan, isi hutan habis, banyak penduduk yang meninggal karena tidak ada yang dimakan. Penderita terparah dikumpulkan di pendopo kelurahan ( rumahku) untuk di rawat ala kadarnya. Ibuku membuat jenang katul setiap hari satu jedi ( wajan buesar, biasanya untuk membuat jenang kalau hajatan) sebagai menu wajib karena seluruh tubuh mereka bengkak, beri-beri. Hanya sego thiwul ireng dan jangan lumbu ( sejenis talas) yang mampu disajikan. Tangan kecilku biasanya membantu dengan memberikan sejumput garam untuk menambah rasa. Banyak diantara mereka yang kepalanya gundul, plonthos, bukan karena di cukur tapi karena rontok akibat hanya memakan pupus daun lamtoro berbulan-bulan.

Sego thiwul ireng penyelamat kehidupan , mengajariku untuk banyak bersyukur.

Salam manis,
Cibubur Mei 15.2011

Minggu, 08 Mei 2011

Carilah ilmu sampai ke negeri Cina

Bukan sebagai ungkapan tetapi hari ini aku dan kang Momon benar2 mencari ilmu ke negeri Cina Benteng, tentu saja ke Tangerang. Awalnya kang Momon iseng-iseng pengin coba belajar buat mie yang asyik, googling kok dapat alamat mas Adi, di Tangerang, menawarkan cara membuat mie ayam dari awal pembuatan mie sampai siap saji, di jamin asyik tanpa lemak babi.
Tadinya kang Momon mau belajar sendiri, karena memang dia lebih suka masak di bandingkan diriku ini, lagi pula kemarin aku ujian jadi cukup lelah, hari Minggu pengin tidur. Tapi dia berhasil merayu mas Adi untuk menambah peserta tanpa menambah biaya kursus, jadi diam-diam aku didaftarkan untuk ikut kursus, ya sutralah...
Mas Adi bermata sipit, berkulit terang, mengaku sebagai Cina benteng yang tidak bisa berbahasa Cina lagi, malah berlogat betawi campur Sunda.
Tidak mudah mencari alamat di Tangerang, terutama kalau kita belum pernah. Banyak jalan satu arah yang bikin bingung. Kesasar ?. pasti dong, kamu kan tahu kami ini biang kesasar. Ini agak memalukan karena harus di jemput mas Adi berhubung kami putus asa kehilanga arah.

Salam mie ayam,

Minggu, 01 Mei 2011

K dah bisa naik sepeda

Kriinggg.. belum sempat di jawab, sudah dengan bangga melaporkan : Niek, dik K dah bisa roda dua, yang dua sudah di copot bapak, baru tadi sore. Pokoknya dik K dah bisa roda dua... sudah ya, krek..


Dik K adalah cucu ketiga, cowok, bangga sekali mau masuk SD, sudah bisa baca, nulis agak males, berhitung dan sudah bisa naik sepeda roda dua. Dia lambat bicara, tetapi sekalinya bisa langsung criwisnya minta ampun.

Memang gila

Cinta memang gila, kalau nggak gila bukan cinta namanya, demikian kata Pak Teguh “the golden”.
Kegilaan karena cinta memang tidak masuk akal bagi orang waras .,Memahami orang jatuh cinta ?. In your dream…
Mas Jono bekerja sebagai office boy terpercaya di sebuah perusahaan besar, sehari-harinya santun dan menurut terhadap orang tua. Beberapa kali gagal dalam percintaan membuat dirinya agak apatis,meski tidak sampai membuatnya takut menikah. Kalau tiba-tiba sikapnya berubah total tentu soal cintalah yang menjadi biang kerok. Gara-gara baby sitter di rumah sebelah, maka mas Jono kasmaran jatuh bangun, dan tidak bertepuk sebelah tangan. Semakin “gila” saja mas Jono dibuatnya. Kegilaan ini menjalar keseluruh keluarga Mas Jono, kebingungan dan ketakutan. Apa pasal?. Sang pujaan hati, Siti si baby sitter rupanya sudah punya suami sah bumi langit, dunia akhirat. Setiap hari antar-jemput isterinya ketempat majikan Siti. Hah ?.. apa mas Jono nggak tahu ?. tentu saja tahu, tapi nggak peduli, bahkan merencanakan untuk kawin siri. Lho poliandri dong, iya memang. Motto mas Jono : kehilangan saudara ora popo, mati tak lakoni, mlebu kunjoro yo tak jabani” sekali Siti tetap Siti..Merdekaaa…..
Mas Basuki hatinya bergejolak ketika melihat Marni, chef baru di tempat majikan orang Kanada. Mengantar belanja ke supermarket menjadi kegiatan yang dinanti. Tanpa banyak rintangan gayungpun bersambut, sampai ke pelaminan, siri tentu saja. Apa anehnya?. Lha gimana wong dikampungnya Marni sudah menikah dan beranak 5….. Terus apa yang terjadi ?. Saat ini pasangan ini sudah punya satu anak, dan kedua suaminya cukup puas memiliki setengah Marni. Kalau di Jakarta, Basuki yang memiliki, kalau di kampung ya Parman yang menguasai.
Aneh, ning tenan…

Salam manis,

Minggu, 17 April 2011

Minggu kelabu

Rencana sudah tersusun rapi, niat sudah mantap. Jam 11 ke undangan Citra di PTIK, lanjut ke arisan sedulur Kismantoro. Aku niat banget arisan ini soale wis suwe gak ketemu sanak sedulur. Dan ada magnet lain yaitu Titik akan masak “ lentho” . Baju kondangan sudah siap, amplop sudah rapi, eh.. kok tiba-tiba dada rasanya sakit seperti masuk angin itu lho, sampai ke punggung kiri rasanya nggak enak banget. Ambil nafas saja sakit. Aku ingat jangan-jangan ini serangan jantung ringan, aku terus berusaha batuk-batuk pendek berkali kali sampai bisa bernafas normal. Waduh, kirain ini karena kecethit kemarin di kampus. Ceritanya kemarin tuh turun dari mobil, punggung kiri kecethit keberatan tas penuh diktat tebal. Seperti layaknya wong jowo sing kuno, setiap penyakit obatnya di kerok, Germi terheran-heran kok abang kabeh, wong biasanya aku ini jarang sekali dikerok. Habis dikerok, ke Kembang Dhewo di reflexsi holistic. Kelihatanya diagnose cocok, ketika di pegang nadi kiri, katanya jantung nggak beres. I have to start worry about, ini mesti jadi prioritas untuk check ke dokter jantung.

Kamis, 24 Maret 2011

Beres-beres

Masih saja banyak hal yang perlu di bereskan, kertas-kertas, daftar hutang ( sstt. jangan bilang-bilang ya ), baju2 yang musti dryclean, membersihkan rumah. Kamu pasti tanya hutang apaan?. yah namanya juga habis mantu ada beberapa vendor yang belum sempat di bereskan, tapi jangan khawatir semua masih dalam budget.. aman lah.
Hari ini terakhir cuti, besok musti ngantor dan yang jelas sudah di hadang dengan setumpuk pekerjaan. No, I am not complaining, I love my job much. kesibukan membuat hari seperti pelangi, mejikuhibiniu....

Rabu, 23 Maret 2011

Tinggal capeknya..

Habis mantu anak ragil, tgl 13 Maret akad nikah, resepsi 19 Maret, lega rasanya setelah stress ber bulan-bulan. Capek memang iya, tapi dada ini rasanya plong, sudah menunaikan tugas berat sebagai orang tua.
" Anak ku, doa kami akan selalu bersamamu dimanapun engkau berada. Dirikanlah keluarga yang penuh kasih sayang, bahagia di dunia dan akhirat. Taburilah dengan iman dan taqwa hanya kepada Alloh yang Esa. Berkah melimpah lahir maupun bathin kami panjatkan untukmu anak ku.. berbahagialah sampai akhir hayat. Amin. "

Ibu yang berbahagia,