Sabtu, 09 Juli 2011

Mang Saidin emang joss

Pertama kali di refleksi rasanya horor. Gimana nggak, lihat peralatan saja sudah senewen, kayu bergerigi dalam beberapa ukuran, ada yang seperti ulegan sambal, panjang seperti pensil berujung tumpul. Telapak kaki di pencet, ditusuk, di uleg , 3 hari baru hilang njaremnya. Cukup lama saya jothakan sama refleksi ini.


Sampai seorang teman menunjukan refleksi gaya baru di mall yang jauh dari kesan seram, reflektor rapi ( kok rata-rata dari daerah Sumatra ya ), musik lembut, harum. Mereka mengandalkan ujung jempol dan buku jari untuk memijat, bahkan kita boleh memilih tingkat keras pijitannya. Liyer-liyer..


Beberapa bulan yang lalu saat spa disebuah salon dekat rumah, bertemulah dengan Mang Saidin si juru refleksi holistik. Coba sekali, lho kok enak... pijitan cukup keras tetapi pas di tempat yang seharusnya, kelihatanya dia menguasai betul. Sejak saat itu si mamang sudah masuk agenda bulanan.


Pagi tadi, badan batuk-pilek ini aku serahkan ke tangan mang Saidin van Cilacap untuk di overhoul. Sejak pijitan pertama aku sudah setengah terlena.. nikmat....


Mang Saidin memang joss.

Salam,


"Harus berarti dulu, baru boleh mati"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar