Baru selesai membantu boss menimbang mie mentah, mayan pegel di tangan. Boss ku dirumah tuh handle sendiri rumah makan nya di daerah Jati Waringin. Meski hampir keseluruhan kegiatan di laksanakan di sana, kadang-kadang masih membawa PR kerumah. Aku berusaha tidak terlalu mencampuri usaha ini, kecuali masalah pajak dan audit. Kata orang kapiten harus cuma satu, kalau ada kapiten dua nanti kapalnya bisa oleng.
Tujuan membuka rumah makan itu dulunya sederhana. Pertama kami beli tempat di pinggir jalan Jatiwaringin, waktu itu masih agak murah, kami bikin 3 lantai. Lantai 1 untuk rumah makan, lantai 2 untuk kantor anakku mbarep, lantai 3 untk mess karyawan. Kenapa memilih jualan makanan, lha wong rencananya nanti kalau sudah tua dan tidak ada penghasilan lagi bisa numpang makan di warung je .. hiks....hiks.. kuno sekali ya. Anak2 suka mentertawakan ide brilian ini.
Salam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar