Jumat, 26 Agustus 2011

Bang Jolli sehat walafiat

Tanggal 21 Agustus, mumpung libur, aku dan Pakne Dhenok menengok tetangga yang sakit, katanya sih di Sentra Medika, ternyata saat kami sudah sampai di sana, si sakit sudah di bawa pulang ke Villa Pertiwi. Kami teruskan ke sana sekalian nengok rumah.
Si sakit biasanya dipanggil budhe, belum begitu tua menjelang enampuluhan lah, tidak berkeluarga, hidup totally sendirian di rumah yang mernagkap toko.Ceritanya nih, saat libur 17 an, kok rumahnya tutupan sampai siang, padahal biasanya dia rajin pagi sudah buka toko. Ketika smapia tengah hari tetap belum buka di tilpun tak di angkat, jadi salah satu tetangga berinisiatif menyuruh tukang ojek untuk membobol atap dan membuka pintu dari dalam. Ternyata budhe itu sudah dalam kondisi koma. 
Saat kami kerumahnya, kondisi budhe masih seperti itu, koma dan mengorok keras, mungkin karena slim di tenggorokanya. Ada beberapa tetangga yang menengok juga, kebetulan posisi duduk saya menghadap kejalan. Nah saat itulah ada motor yang lewat dengan peumpang yang sangat kami kenal, Bang Jolli. Tapi masa iya sih, adiknya mungkin. Eh  motor tadi itu balik dan langsung masuk ruangan dan menyalami kami : " Eee ada orang jauh, apa kabarnya ?"  gelak tawa riang, gigi ompongnya terpampang sempurna.
Bapaknya Dhenok kamitenggengen sampai nggak menjawab pertanyaan, aku juga terpana. Lah kan Bang Jolli sudah meninggal 6 bulan lalu? Berita itu aku dapat dari  Ibunya Ida, yang tetanggaan sama dia.  Lah kok dia segar bugar. Alhamdulillah sih, cuma kagetnya itu lho.
Oh iya bang Jolli ini adalah mister handyman, bikin sumur panggil dia,  pompa air macet panggil dia,  genting bocor dialah orangnya, perlu mobil jenasah pun dia yang dicari.

Salam,
Jadikan diri sendiri berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar