Dana Widyatmaka, namanya enak di dengar, tampangnya santun, enak dilihat. Sayang aku belum mendengar dia berbicara.
Bukan seperti itu tampang koruptor yang ada dalam benak ku. Sayang sekali kalau akhirnya dia terbukti maling uang negara.
Konon dia anak baik yang berbakti kepada orang tua, ketika ibunya harus cuci darah 2 x seminggu dialah yang selalu menemani. Kabarnya dia sudah pandai berbisnis sejak sekolah, itulah sebabnya dia punya banyak uang. Ah tapi kalau memang benar dia punya usaha segitu bagus dan income halal segiru banyak, ngapain memutuskan kerja di kantor pajak dengan gaji "hanya" 5 juta rupiah per bulan. Keputusan yang aneh...
Sama aneh seperti diriku. Sampai detik ini, aku tak pernah bisa percaya bahwa Antasari membunuh Nazaruddin, walaupun Antasari sudah di Salembain. Sampai saat ini aku masih percaya bahwa Suharto makar ketika mengambil alih kekuasaan dari Bung Karno. Dan banyak hal lagi ...................
Salam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar