Sabtu, 25 Februari 2012

Halimah si ibu susu

Rupanya di tanah Arab di masa itu, menjadi budaya bahwa anak di"titipkan" kepada ibu yang lain untuk disusui. Besar kemungkinan ini merupakan gaya hidup dan kebiasaan di masa itu. Ibu susu biasanya suku Badui, mengharapkan upah dari keluarga yang menitipkan bayinya. Dari waktu ke waktu mereka datang ke Mekkah untuk menawarkan jasa pengasuhan. Mereka ini tidaklah semata-mata mengharapkan upah tetapi mereka lebih mengharapkan adanya imbas pengaruh baik apabila anak susu mereka dari keluarga terpandang yang punya pengaruh tinggi di masyarakat

Tahun Gajah bukanlah tahun yang menggembirakan, tetapi sebaliknya. Kemarau panjang dan wabah penyakit  membuat warga Badui di  desa terpencil  sebelah tenggara Mekkah menderita kekurangan makan. Unta berhenti memberikan susu, kurma tidak memberikan panen yang memadai.
Halimah baru saja melahirkan bayi lelaki, berjalan sempoyongan ke Mekkah untuk mencari anak sususan  dengan harapan mendapatkan upah. Teman2 sedesanya sudah pada kembali membawa anak susuan masing2. Halimah datang terlambat ke kota sehingga bayi2 dari keluarga kaya sudah habis dibawa ibu susu mereka. 

Aminah menimang putra yang baru dilahirkan, mengagumi keindahan parasnya, kebersihan kulitnya. Bayi lelaki yang tampan, sayang Abdullah, ayahnya,  keburu meninggal di perantauan. Aminah menunggu kalau ada ibu susu yang bersedia merawat putranya.  Sudah beberapa orang yang menolak karena Aminah tidak mampu memberikan imbalan layak.
Allah sudah mengatur bahwa bayi termiskin akan berjodoh dengan ibu asuh termiskin.

Di desa terpencil, jauh di tengah padang pasir, Harits dan Halimah  memandangi Syaimah putri sulungnya yang berangkat menggembalakan domba. Dibelakang Syaimah berlarian dua anak lelaki nyaris kembar, satu berkulit agak gelap bernama Abdullah yang satu berkulit putih bersih dan bermata cemerlang, dia adalah Muhammad.
Pada saat dalam pengasuhan Halimah inilah Muhammad kecil kedatangan Jibril yang mencuci hati Muhammad. Kekuasaan Allah memang tak perlu di ragukan.
Halimah begitu sayangnya kepada Muhammad, sehingga ketika tiba waktu untuk mengembalikan Muhammad ke pangkuan Aminah, dia memohon ijin untuk bisa mengasuh lebih lama.
Selain Muhammad, Halimah juga menyususi beberapa anak lagi, sehingga saudara sesusuan Muhammad lumayan banyak, diantaranya Abu Sofyan ( sepupu Nabi) dan juga Hamzah, paman Nabi.

Salam,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar