Jumat, 24 Februari 2012

Sumur ZamZam

Semua tahu bahwa the founder of zamzam adalah Siti Hajar, ibunda dari Nabi Ismail as. Tetapi tahukah kamu bahwa sumur tersebut pernah raib?. aku sih tidak tahu.
Suatu ketika kaum Jumhur, salah satu suku di Arab, meminta izin kepada Siti Hajar untuk ikut menetap di sekitar Mekah. Diantara para pendatang itu ada seorang gadis manis yang menarik hati Ismail untuk menikahinya. Keturunan inilah yang kemudian disebut sebagai Bani Ismail.
Lambat laun, kaum Jumhur ini mulai meremehkan Ka'bah dan melakukan hal2 yang kurang baik. Sampai datanglah suku Khusa'ah menjajah mereka. Hal ini terjadi sekitar abad ke5 SM. Kaum Jurhum kalah dan terpaksa hengkang dari Mekah, tentu saja mereka tidak rela zamzam dikuasai penjajah, maka ditimbunlah sumur tersebut sampai kemudian sumur ini lenyap tak berbekas lagi.
Ber abad abad kemudian, Abdul Muthalib bermimpi diperintahkan menggali sumur zamzam, dan ditemukanlah sumur tersebut beserta pedang, perisai, baju besi dan 2 pangkal pelana dari emas yang dulu di kubur oleh kaum Jumhur sebelum mereka hengkang.
Pedang2 digunakan untuk hiasan pintu Ka'bah sedang kan 2 lempeng emas pangkal pelana dijadikan hiasan di pintunya.. 
Sejak saat itulah, zamzam seakan diserahkan Allah kepada Abdul Muthalib untuk dijaga.
Abdul Muthalib mempunyai anak 10 orang, salah satunya bernama Abdullah, yang kelak menjadi ayah dari Nabi Muhammad saw.

Salam,
endang

Aku malu

Aku sungguh malu mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad saw, tetapi jujur aku kurang sekali pengetahuanku mengenai beliau. Bahkan hampir dikatakan NOL besar. Yang aku tahu terbatas pada pengajaran agama disekolah bahwa kakeknya bernama Abdul Muthalib, ayahnya bernama Abdullah dan ibunya adalah Siti Aminah. Ya cuma sampai segitu saja, selebihnya dari cerita2 yang berkembang di langgar ( surau ) dimana kadang cerita terbumbui dengan kisah yang campur baur dengan kehebatan dan kesaktian. Sama halnya ketika kami mendengarkan cerita mengenai tokoh 9 penyebar agama Islam di Jawadwipa. Mereka bisa merubah buah kolang kaling menjadi emas, atau setiap Jum'at sholat jum'atan di masjid Mekah. Kalau tiba waktu subuh mereka tidak nampak di masjid Demak, maka di tengarai mereka sholat subuh di masjid Mekah atau di Masjid Nabawi, Madinah.  Bahkan mereka bisa berjalan diatas air lho......ck..ck.... Kami yang generasi Maheso Jenar, Agung Sedayu dan Brama kumbara,   ditambah imajinasi iweekang- ginkang dari Sin Tiau Enghiong sampai Pendekar pulau es nya Kho Ping Ho terpesona pastinya dengan cerita semacam itu.
Sampai pada suatu ketika, belum lama ini, salah satu cucuku ( 7th) bertanya :
"Niek, Rosullulah itu anaknya berapa  dan siapa saja"
Dubraggg... setahuku ya Siti Fatimah saja, yang lain nya ya auk.... 
Cucuku tidak puas dengan jawaban tersebut dengan logika, isteri beliau kan banyak, mestinya anaknya juga banyak dong.
Sorenya aku pergi ke gramed, membeli buku The great story of Muhammad, by DR Ahmad Hatta dkk, aku sengaja ambil yang exclusif edition dengan gambar2 berwarna menarik. Kenapa? Karena aku bisa membaca dengan mudah buku Musashi atau Shogun yang setebel gambreng, tetapi kalau buku bernuansa agama, menyuruh aku menjadi baik gitu,  duh... mata ini lengket aja bawaan nya, ngantuk lah.. sakit kepala lah... seribu alasan syetan yang bersemayam di hati ini, alasan nya ada saja, tidak menarik lah, tulisan kecil lah, terlalu banyak bahasa arabnya lah..

Bismillah hirohmannirochim....  
Membaca dimulai.......

Salam,

     

Nasi kuning mudah dan lezat

Kebetulan ulangtahun Yangkung anak cucu kumpul, untuk sarapan apa ya enaknya....tapi gak mau yang repot.

Nasi Kuning menjadi solusi :

Bahan-bahan :
Beras putih - pandanwangi 4 gelas
Mentega 2 sendok makan
Minyak bersih 2 sendok makan
Garam, air kunyit.
Sereh 3 batang dimemarkan
Daun salam 3 lembar
Magi blok 1

Beras, air, air kunyit, daun salam, garam, magi blok, sereh dimasukan kedalam rice cooker.
Apabila airnya sudah menyusut, nasi sudah setengah matang masukkan mentega dan minyak goreng diaduk rata didalam rice cooker, silahkan di cicipi rasa asin nya.
Rice cooker ditutup lagi sampai nasi masak sempurna.

Sajikan nasi kuning ini berikut asesoris sesukanya:
Telor dadar iris tipis, abon pedas, ikan tongkol masak bali pedas, tempe orek, mentimun iris tipis, taburi bawang goreng dan daun kemangi. 

Salam,
sendang.

Minggu, 08 Januari 2012

Tanggal 20 Desember 2011
Wahyu tilpun jam 7 pagi, Nang No meninggal katanya. Ah mana mungkin? baru saja 3 hari yang lalu pulang dari Jakarta, naik pesawat dari Jakarta. Memang beliau mengatakan ingin naik pesawat, karena belum pernah. Selama di Jkt beliau sehat dan gembira dan bahagia. Anak sulungnya lulus S-2 dan sudah membeli rumah.
Nang No adalah adik ibuku, sejak kecil sudah ikut ibuku, kami tumbuh bersama, jadi dia seperti ayah ke 2 buatku. Ketika kecil aku sering tidur di gendong sama dia, bahkan ketika dia menikah, kami biasa tidur bertiga. Anak-anaknya sudah seperti adik kandungku, karena aku anak bungsu. Kami memanggilnya Nang No, karena ikutan cara memanggil ibu padanya. Padahal arti Nang adalah anak lelaki kecil. Kami sangat sayang padanya. Dia orang yang lurus, baik hati, sederhana dalam berfikir sederhana dalam tindakan. Ibu dan dia tak adalah dua serangkai yang tak terpisahkan. Aku masih ingat kesedihannya ketika Ibuku sedo Oktober 05.2010 silam. 
Mungkin jantung yang merenggutnya, karena tiba2 saja sakit tak tertahankan di punggung, kemudian pingsan dan terus sedo.
Selamat jalan pamanku tersayang, maafkan semua kesalahanku, semoga diterima semua amal ibadah dan kebaikanmu, semoga Gusti Allah berkenan mengampuni dosa2 mu dan menempatkamu disisinya yang indah. Pada saatnya kita akan bertemu kembali
Amin
Salam duka,

Mari belajar iklhas, Allah hanya memberikan yang terbaik buat umatnya.

Kamis, 10 November 2011

Terimakasih mas Edy

Wah baru saja mas Edy datang membawa oleh-oleh yang sangat berciri " kampung halaman "  glepung gaplek, pete dan gedang kluthuk awu.
Kebetulan sekali karena aku libur 2 hari, jadi pete tidak akan jadi masalah. Sedang glepung gaplek tentu untuk deposit kapan2 bisa di gunakan.
Matur nuwun mas Edy, dan selamat mantu...

Pete yang terkenal di kampungku berasal dari lor, maksudnya daerah utara yakni daerah Bulukerto atau ngulon sethitik, daerah Slogohima. Petenya gemuk dan bebas ulat. Konon kalau pete dari daerah kidul, petenya tipis, kulit tebal dan banyak ulatnya. Sebabnya apa, mari kita tanyakan ke rumput yang sekarang makin langka di Kismantoro.
Anak-anakku tidak ada satupun yang suka pete, they don't relaized what they have missed.

Salam,.
Yuk kita coba untuk berguna bagi sesama.

Rabu, 09 November 2011

Mas Slamet, sang handyman

Hari ini sengaja ambil libur, kebetulan mas Slamet akan memperbaiki beberapa hal dirumah.
1. memperbaiki nat di kamar mandi
2. listrik di dapur korslet melulu
3. penghisap uap masakan yang dut
4. mesin air di kolam belakang
5. antena tivi, channel indosiar selalu gerimis aje.
6. mencari dan menutup lubang tikus entah dimana, pokoke ada tikus yang bisa masuk ke ruang tamu, ihh serem
7.bak cuci piring mampet

Mas Slamet ini adalah mr handyman sungguhan, lelaki sederhana berasal dari daerah Slogohimo, Wonogiri sebelah wetan. Dia belajar segala macam kepandaian dari otodidak, dulu dia menjadi kenek di bangunan, sambil bekerja sambil belajar cara membangun rumah, makanya dia tidak peduli digaji berapa. Yang paling susah dia pelajari adalah ilmu perlistrikan, karena kebetulan mandornya pada saat itu  pelit ilmu, bahkan terkesan menyembunyikan ilmunya. Sampai pada suatu ketika, dengan sembunyi-sembunyi dia kembali ke tempat bangunan diwaktu malam untuk sekedar melihat bagaimana mandor listriknya menyambung kabel2. Cara belajar yang sungguh tidak mudah.
Aku termasuk orang yang tidak betah kalau ada hal yang tidak beres dirumah, makanya keberadaan mas Slamet sangat membantu sekali. He is our man......
 
Salam,

Hidup cuma sekali, harus bermanfaat bagi orang lain.

Cerita yang tertinggal

Tanggal 1 bulan 11 tahun 11 menjadi hari yang sangat istimewa.  Tepat jam 21.45 Bening menongolkan kepala mungilnya di RS Mitra Keluarga - Depok. Bening adalah cucu ke 6, ( yang satu dah di ambil Yang Punya saat lahir ), artinya ini adalah cucu ke 5 yang hidup. Selamat datang di dunia yang penuh warna ini sayang, Niek yakinkan bahwa semua akan baik-baik saja, Insya Allah.
Tanggal 6 bulan 11 tahun 11, hari raya haji, biasa dikampungku disebut bodo besar. Kami mencoba sholat Ied di lapangan depan kecamatan, sambil berdoa mudah-mudahan tidak hujan. Nggiring cucu 4 sholat Ied, apa yang lebih membahagiakan dari hal seperti ini?.
Pulang Sholat Germi siap masak endas wedus 2 kepala, karena keluargaku itu entah bagaimana suka makan endas wedus di jangan pedes. Mas Pur paling demen. Germi melengkapi dengan sego thiwul ireng dan gudangan ( urap ). Pokoke gandem marem.
Dulu saat kami masih kecil Ibu sering memasak ndas wedus 1 buah, dicampur sama tempe banyak2, maksudnya biar cukup untuk keluarga kami yg sangat besar waktu itu. Enake poll.
Jam 3 masakan ludes, aku bernafas lega, sebagian dibawa Mas Pur, sebagian lagi dibawa Adik. Amanlah...
Pak Rapin datang jam 4 membawa 2 lagi  ndas wedus hasil potong kurban di citayem, untungnya dah bersih dan siap masak, jadi gak repot lagi membersihkan. Masak ronde ke 2 di mulai lagi, ini untuk jatah si Mbak, anak2 dikantorku dan anak2 di warung. 
Eh, ternyata habis maghrib, M1 ( mantu no 1) datang membawa 1 ndas lagi, masih fresh belum dibersihkan, alamaakkk, panen kepala mbek jadinya. Untung Germi lihay dalam membersihkan, di presto masukin freezer beres deh, entah kapan mau dimasak.
Ke 4 cucu pada main semain-mainnya, terjadi bencana kecil karena mas L dan dik Ken boncengan sepeda, nyungsep di jalan raya, babak bundas deh, alhamdulilah hanya luka luar saja. Terima kasih ya Allah, atas kehendakmu mereka selamat, tidak ada mobil yang lewat. Terima kasih kepada mas ojek yang menemukan dan membawa mereka pulang.
Tak apa-apalah, nanti bisa menjadi kenangan ketika mereka besar.

SELAMAT HARI PAHLAWAN, INDONESIA,
Selamat ulang tahun untuk si Ragil, semoga hidupmu penuh berkah.
salam manis,