Syahdan, dewa Wisnu pulang dari meeting dengan para dewa di kahyangan, perintah dari dewa Syiwa sudah jelas, agar Wisnu menyelamatkan tirta amerta yang saat ini sedang di perebutkan oleh para pendekar, para raja2 sakti maupun para denawa dibawah pimpinan Bethoro Kolo. Tirta Amerta adalah air keabadian, bagi yang bisa meminumnya akan menjadi abadi. Sebenarnya tirta ini sudah di sembunyikan di dasar segoro susu yang di jaga oleh dewa berujud naga, yakni Antaboga, namun para dewa khawatir apabila tirta ini jatuh ketangan para denawa, sebagai simbul kejahatan dan keangkaramurkaan, maka dunia akan musnah di telan kegelapan.
Dewa Wisnu memeras otak mengubungi teman2 nya di face book , membuka google mencari cara tepat untuk mengambil tirta tersebut dan membawanya kembali ke kahyangan.
Akhirnya di bantu oleh satu tim dewa kroco, Wisnu memerintahkan seekor kura2 besar untuk mengaduk segoro susu, agar Antaboga muncul di permukaan. Tehnisnya, puncak gunung Merbabu dipotong, di tumpangkan di atas punggung kura2, diikat memakai tali yang berupa naga taksaka dan diputarlah kura2 tersebut oleh dewa kroco untuk mengaduk segoro.
Dewa Wisnu memeras otak mengubungi teman2 nya di face book , membuka google mencari cara tepat untuk mengambil tirta tersebut dan membawanya kembali ke kahyangan.
Akhirnya di bantu oleh satu tim dewa kroco, Wisnu memerintahkan seekor kura2 besar untuk mengaduk segoro susu, agar Antaboga muncul di permukaan. Tehnisnya, puncak gunung Merbabu dipotong, di tumpangkan di atas punggung kura2, diikat memakai tali yang berupa naga taksaka dan diputarlah kura2 tersebut oleh dewa kroco untuk mengaduk segoro.
Berita Dewa Wisnu mengaduk segoro susu, membuat bethoro Kolo segera meninggalkan medan perang dan bergabung dengan para dewa kroco ikut mengaduk segoro susu, dia bertugas memegang ekor kura2 yang sedang berputar seperti gangsing.
Dewa Antaboga yang sedang leyeh-leyeh, tiba2 di kejutkan oleh angin beliung yang memporak porandakan pesanggrahan bawah air tempatnya menjaga tirta amerta, serta merta guci tempat Tirta Amerta di simpan segera di ambil dan dengan kecepatan kilat Antaboga naik ke permukaan air. Untung tak dapat di raih, buntung tak dapat di tolak, ketika Antaboga mencungul kok ndilalah ya dibagian ekor kura2 tentu dengan sigap bethoro Kolo segera merebut guci dan serta merta meminumnya. Bethoro Wisnu yang terbang diatas awan memonitor keadaan segera melepaskan senjata cakra tepat mengenaia tenggorokan bethoro Kolo. Tenggorokan kebawah musnah menjadi jenazah, namun tenggorokan keatas tetap hidup abadi karena sempat meminum titra amerta meski hanya sampai di tenggorokan. Bersamaan dengan jatuhnya jenazah separo Kolo, Tirta amerta segera di bawa terbang kembali ke kampung kahyangan, tinggallah kepala bethoro Kolo keluyuran mencari mangsa.
Peninggalan atas peristiwa ini berupa arca yang dibuat sebelum masa Majapahit. Arca di ketemukan dalam penggalian arkeolog di kaki Gn Kawi. Pada arca ini ada lubang2 di puncak arca, yang dulunya mengalir air pemujaan.
Apabila kita pergi ke Musium Gajah, arca ini terletak di lobby masuk sebelah kanan kita.
Salam,
Dewa Antaboga yang sedang leyeh-leyeh, tiba2 di kejutkan oleh angin beliung yang memporak porandakan pesanggrahan bawah air tempatnya menjaga tirta amerta, serta merta guci tempat Tirta Amerta di simpan segera di ambil dan dengan kecepatan kilat Antaboga naik ke permukaan air. Untung tak dapat di raih, buntung tak dapat di tolak, ketika Antaboga mencungul kok ndilalah ya dibagian ekor kura2 tentu dengan sigap bethoro Kolo segera merebut guci dan serta merta meminumnya. Bethoro Wisnu yang terbang diatas awan memonitor keadaan segera melepaskan senjata cakra tepat mengenaia tenggorokan bethoro Kolo. Tenggorokan kebawah musnah menjadi jenazah, namun tenggorokan keatas tetap hidup abadi karena sempat meminum titra amerta meski hanya sampai di tenggorokan. Bersamaan dengan jatuhnya jenazah separo Kolo, Tirta amerta segera di bawa terbang kembali ke kampung kahyangan, tinggallah kepala bethoro Kolo keluyuran mencari mangsa.
Peninggalan atas peristiwa ini berupa arca yang dibuat sebelum masa Majapahit. Arca di ketemukan dalam penggalian arkeolog di kaki Gn Kawi. Pada arca ini ada lubang2 di puncak arca, yang dulunya mengalir air pemujaan.
Apabila kita pergi ke Musium Gajah, arca ini terletak di lobby masuk sebelah kanan kita.
Salam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar