Jumat, 09 Maret 2012

Pitik Kampung

Hari ini dapat rejeki nomplok. Salah satu sahabat keluarga, Pak Rapin, mengantar ayam kampung asli, sudah bersih siap masak. Opor menjadi pilihan. Siap?

Bahan :
Ayam kampung jago dikasih teman

Bumbu :
ketumbar halus 2 sendok teh
bawang merah  5 butir
bawang putih  3 butir
kunyit seruas jari
kemiri 3 butir
laos 3cm di keprek
3 batang sere, ambil putihnya di keprek
daun salam 4 lembar
kelapa 1/2 untuk santan, pisahkan santan kental secangkir
Tentu saja garam, gula dan bumbu penyedap jika suka.

Cara membuat :
Ayam kampung di presto dulu, karena ayam jago dagingnya agak alot, masukan garam, daun salam dan laos.
Semua bumbu dihaluskan, tumis sampai matang, masukkan ayam yang sudah di presto, ungkep sebentar agar bumbu meresap, masukan santan encer, salam, laos, sereh.
Kalau sudah mendidih, masukkan santan kental, aduk perlahan agar santan tidak pecah.
Sebelum diangkat masukkan seledri yang sudah diikat agar aroma opor lebih enak. angkat, hidangkan dengan ditaburi bw goreng.

Tip :
1.  Kunyit, kemiri di goreng dulu sebelum diuleg, supaya tidak berbau jamu
2.  Air bekas rebusan ayam di presto jangan di campur karena sangat berlemak
3.  Menguleg bumbu sampai halus supaya kuah opor tidak kotor

Selamat memasak.

Jumat, 02 Maret 2012

Dana Widyatmaka, namanya enak di dengar, tampangnya santun, enak dilihat. Sayang aku belum mendengar dia berbicara. 
Bukan seperti itu tampang koruptor yang ada dalam benak ku. Sayang sekali kalau akhirnya dia terbukti maling uang negara. 
Konon dia anak baik yang berbakti kepada orang tua, ketika ibunya harus cuci darah 2 x seminggu dialah yang selalu menemani. Kabarnya dia sudah pandai berbisnis sejak sekolah, itulah sebabnya dia punya banyak uang. Ah tapi kalau memang benar dia punya usaha segitu bagus dan income halal segiru banyak, ngapain memutuskan kerja di kantor pajak dengan gaji "hanya" 5 juta rupiah per bulan. Keputusan yang aneh...
Sama aneh seperti diriku. Sampai detik ini, aku tak pernah bisa percaya bahwa Antasari  membunuh Nazaruddin, walaupun Antasari sudah di Salembain. Sampai saat ini aku masih  percaya bahwa Suharto makar ketika mengambil alih kekuasaan dari Bung Karno. Dan banyak hal lagi ...................

Salam,



  

Ini soal batu empedu

Aku dapat ini dari Google, bener nggak nya belum terbukti. Tetapi berhubung cara therapinya enak, yaitu minum jus apel, aku mau coba ikuti, walaupun aku tidak tahu apakah ada simpanan batu di empedu or tidak.


Inilah copy paste nya :

Pengalaman ini telah saya aplikasikan pada seorang kerabat yang istri ybs mengalami masalah dengan livernya dan hasil dari pemeriksaan dokter bahwa perlu operasi pengangkatan batu empedu. Dikarenakan terbentur masalah ekonomi maka di carilah solusi alternative sebagai berikut.

Setelah mencari sumber dalam negeri atau luar negeri dengan konsultasi maka pilihan jatuh pada artike dari Dr. Lai Chiu Nan itu ternyata seorang Taiwan dan khusus melakukan research di Amerika yang mengkhususkan diri pada penyakit kanker.
Indikasi awal kanker & tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung empedu dengan batu. Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi pada kondisi tertentu akan jadi penyakit.

Penuhnya kantung empedu tidak diketahui dalam situasi dan kondisi normal dan baru akan diketahi setelah melakukan USG. Jika keadaan memaksa untuk dilakukan pengangkatan maka dana yang perlu di siapkan sebesar 40-60 juta (Untuk operasi saja) bergantung dari rumah sakit dan kelas yang dipilih.

Beberapa pelelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang terkena penyakit kanker biasanya akan terdapat banyak batu empedu didalam tubuhnya

Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja. Gejala adanya batu empedu yang lebih biasanya adalah perasaan:

1. Perut terasa penuh atau begah atau disertai neg yang berkelanjutan terutama setelah makan. Makan juga biasanya baru sedikit sudah terasa penuh.

2. Perasaan kurang tuntasnya mencernakan makanan

3. Dalam kondisi parah adalah rasa nyeri pada ginjal, pegal pegal pada pinggang tanpa sebab.

Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.

Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:

1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.

2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnyabatu empedu.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr Chiu-Nan.

Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu.Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita. tip:

1. Jenis Apel sebenarnya sama, tergantung selera bisa fuji atau yang manis, di makan lebih dari yang di sarankan juga tidak mengapa

2. Kulitnya apel disarankan di buang karena biasanya diberi lapisan lilin agar tidak cepat layu.

3. Garam Inggris dapat dibeli pada apotik harga Rp 2.500/5.000,-

4. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol.

5. Untuk minyak zaitun bisa di tambahkan jeruk yang di peras agar tidak telalu hambar sehingga menyebabkan mual/mau muntah. Diaduk agar rata dan segera di minum. karena air dan minyak segara terpisah.

Setelah 2 minggu kemudian saya mendengar kabar bahwa ybs sudah normal kembali beraktifitas dan keluar batu empedunya sebesar biji jeruk berwarna hijau tua. Semoga bermanfaat.....

salam,

Bila anda berbaju putih janganlah masuk ke gudang arang.

Itu pepatah China, bahwa kalau kita berbaju putih kemudian masuk ke gudang arang, paling tidak kalau kita keluar baju kita sudah berubah menjadi abu-abu karena debu arang menempel di baju kita.
Ketika aku kecil, artinya tahun 60an, bukan kecilnya kamu tahun 70-80. nasehat ortu adalah :
" Jangan sombong pilih pilih teman, karena seburuk apapun teman, tetap saja mereka akan ada saat kita butuh"
Saat sekarang, nasehat itu sudah harus direvisi :
" Berteman harus pilih pilih, carilah teman yang tidak membuat baju putihmu menjadi abu-abu, tinggalkan teman yang membawamu ke arah salah, jangan segan mengatakan  TIDAK atas pengaruh buruk teman."
Memilih teman bukan berarti sombong, tetapi aksi penyelamatan diri, dan hanya bisa dilakukan oleh dirimu sendiri.
Percayalah hidup diantara teman yang buruk akan membuatmu lelah.

Salam,

Sabtu, 25 Februari 2012

Halimah si ibu susu

Rupanya di tanah Arab di masa itu, menjadi budaya bahwa anak di"titipkan" kepada ibu yang lain untuk disusui. Besar kemungkinan ini merupakan gaya hidup dan kebiasaan di masa itu. Ibu susu biasanya suku Badui, mengharapkan upah dari keluarga yang menitipkan bayinya. Dari waktu ke waktu mereka datang ke Mekkah untuk menawarkan jasa pengasuhan. Mereka ini tidaklah semata-mata mengharapkan upah tetapi mereka lebih mengharapkan adanya imbas pengaruh baik apabila anak susu mereka dari keluarga terpandang yang punya pengaruh tinggi di masyarakat

Tahun Gajah bukanlah tahun yang menggembirakan, tetapi sebaliknya. Kemarau panjang dan wabah penyakit  membuat warga Badui di  desa terpencil  sebelah tenggara Mekkah menderita kekurangan makan. Unta berhenti memberikan susu, kurma tidak memberikan panen yang memadai.
Halimah baru saja melahirkan bayi lelaki, berjalan sempoyongan ke Mekkah untuk mencari anak sususan  dengan harapan mendapatkan upah. Teman2 sedesanya sudah pada kembali membawa anak susuan masing2. Halimah datang terlambat ke kota sehingga bayi2 dari keluarga kaya sudah habis dibawa ibu susu mereka. 

Aminah menimang putra yang baru dilahirkan, mengagumi keindahan parasnya, kebersihan kulitnya. Bayi lelaki yang tampan, sayang Abdullah, ayahnya,  keburu meninggal di perantauan. Aminah menunggu kalau ada ibu susu yang bersedia merawat putranya.  Sudah beberapa orang yang menolak karena Aminah tidak mampu memberikan imbalan layak.
Allah sudah mengatur bahwa bayi termiskin akan berjodoh dengan ibu asuh termiskin.

Di desa terpencil, jauh di tengah padang pasir, Harits dan Halimah  memandangi Syaimah putri sulungnya yang berangkat menggembalakan domba. Dibelakang Syaimah berlarian dua anak lelaki nyaris kembar, satu berkulit agak gelap bernama Abdullah yang satu berkulit putih bersih dan bermata cemerlang, dia adalah Muhammad.
Pada saat dalam pengasuhan Halimah inilah Muhammad kecil kedatangan Jibril yang mencuci hati Muhammad. Kekuasaan Allah memang tak perlu di ragukan.
Halimah begitu sayangnya kepada Muhammad, sehingga ketika tiba waktu untuk mengembalikan Muhammad ke pangkuan Aminah, dia memohon ijin untuk bisa mengasuh lebih lama.
Selain Muhammad, Halimah juga menyususi beberapa anak lagi, sehingga saudara sesusuan Muhammad lumayan banyak, diantaranya Abu Sofyan ( sepupu Nabi) dan juga Hamzah, paman Nabi.

Salam,



Ojo Nggege Mongso

Bapak/Simbok kalau kami sudah hilang kesabaran dalam sesuatu selalu bilang begini:

" dadi menungso iku ojo sok nggege mongso, ndisiki kersane Gusti"
Simbok menimpali :
" iyo nduk, kabeh wis ono sing ngatur, sang Dalang ra bakal kurang lakon"
Bapak nambahi :
" ojo sok gede roso rumongso biso, kabeh iku Gusti sing nemtokake, wajibe manungso iku mung ihtiyar, bab hasil iku mutlak kersane sing Kuwaos"
Simbok maneh :
" mulane ihtiyar yo kudu di kantheni nyenyuwun, Gusti iku ora sare, panyuwunmu mesti di kabulne angger kowe iku temen lan tumemen. Bab dikabulne ono ndonya utowo mengko ono akhirat iku mono sak kersane sing Kagungan Gesang.
Bapak maneh :
" ihtiyar lan nyenyuwun, banjur tawakal, iku jatine wong agesang, nggonen sak lawase uripmu"

Inti dari conpersesion Jerman diatas adalah sederhana saja : There is time for everything
Menunggu tidak selalu menyebalkan, kita bisa membuatnya menjadi indah.

Salam,
Yuk kita belajar sabar.

Nazar sang penjaga zamzam

Aku membayangkan sedemikian banyak suku, kaum, keturunan atau apalah di ranah Arab, demikian pula di Mekah pada masa itu  Dengan pride yang tinggi dan kepentingan suku yang pastinya sering berbenturan dengan suku lain, rasanya permusuhan adalah menjadi hal yang sering terjadi. Martabat dan keturunan adalah hal yang di agungkan pada saat itu.
Pada saat Abdul M menjadi zamzam guard, kaum Quraisy menjadi iri. Asumsikan bahwa air adalah sesuatu yang susah di dapat pada saat itu, padahal zamzam sedemikian melimpah.  Kaum Quraisy ingin juga menjadi penjaga zamzam, namun keinginan itu kandas karena ditolak Abdul M, : " Stay away from my project, will you" mungkin begitulah kira2 penolakan Abdul M yang memicu kemarahan dari pihak Quraisy. Sampai deseretlah Abdul M ke pengadilan seorang " pintar " semacam dukun begitulah, di kota Syam. Sebelum sampai di tempat hakim dukun tersebut   mereka kehausan, dan dengan kehendak Allah swt, diturunkan hujan hanya kepada Abdul M, tidak setetespun kepada kaum Quraisy tsb. Akhirnya mereka membatalkan rencana ke Syam, kembali ke Mekkah dan mengakui Abdul M adalah satu2nya penjaga zamzam.
Saat itulah Abdul Muthalib bernazar, bahwa jika dia di karuniai anak 10, maka salah satu diantaranya akan di sembelih untuk Ka'bah, bila mereka sudah baligh ( dewasa).
Ndilalah kersaning Allah, Abdul M benar2 dikaruniai 10 anak. Ketika mereka dewasa,  dipanggilah ke 10 anaknya dan diberitahukan mengenai nazar yang sudah waktunya di laksanakan. Kaget dan takut mewarnai hati ke 10 anak2, namun semua tidak ada yang membantah. Mungkin pada saat itu pendidikan patuh kepada ortu masih sangat kuat.
Dengan cara di undi, ternyata Abdullah anak yang harus di sembelih di depan Ka'bah. Abdullah patuh dan menurut ketika dituntun ayahnya kedepan Ka'bah, namun kaum Quraisy, paman2 nya dari pihak ibu, berusaha mencegah. Menghadapi sikap tersebut Abdul M menjadi galau : " Aku harus bagaimanaaaaa? " Mereka menyarankan untuk menemui, lagi2, orang pintar, peramal. Dianjurkan untuk menukar Abdullah dengan 10 ekor unta. Pada zaman itu "diyat" atau denda, ganti rugi, tertinggi adalah 10 ekor unta. Namun ketika diundi antara Abdullah vs 10 ekor unta, tetap saja undian jatuh ke Abdullah. Begitu berulang-ulang sambil di tambah jumlah unta, tetap saja Abdullah harus disembelih. Sampai hitungan mencapai 100 unta, barulah undian jatuh ke unta.
Unta 100 disembelih dan dibagikan kepada seluruh penduduk Mekkah.
Abdullah tumbuh menjadi lelaki tampan dan baik hati, menjadi buah bibir kaum wanita Quraisy. Yang beruntung adalah Siti Aminah, gadis terhormat dari suku Quraisy, baik dalam hal martabat maupun keturunan. Bobot, Bibit, Bebet  

Salam,